Warga Di Lokasi Banjir Menolak Di Relokasi

KBRN, Palangka Daya : Sebagian besar warga jalan mendawai menolak direlokasi ke tempat aman dari banjir, pasalnya sudah merasa nyaman dan menyatu dengan alam, hal ini diungkapkan salah seorang warga jalan mendawai Mursidah.

"Meskipun dalam setahun belakangan ini jalan mendawai, 3 kali dilanda banjir, namun warga tetap bertahan di dataran rendah dekat sungai kahayan tersebut.

Menurutnya lebih baik pemerintah memberikan bantuan anggaran bedah rumah per kk, selanjutnya warga meninggikan pondasi rumah, untuk antisipasi banjir susulan, daripada disuruh pindah rumah ke lokasi lain dengan biaya ditanggung sendiri dan belum tentu cocok sambil berusaha.

Hal senada diungkapkan Teguh, warga jalan pelatuk yang juga jadi korban kebanjiran setinggi satu meter. ia lebih senang kalau pemerintah membantu meninggikan jalan yang dianggap rendah rawan banjir.

"Sejatinya warga bersedia di pindahkan ke lokasi aman dari banjir ke dataran tinggi, asalkan pemerintah bersedia menanggung jaminan uang muka 0 rupiah untuk kredit rumah bersubisidi, tetapi kenyataan di lapangan, warga dibiarkan pindah memakai dana pribadi, hal ini diperparah dengan semakin sulit mencari ekonomi .Sementara itu, kasi pencegan dan kesiapsiagaan bencanan BPBD palangka raya heri fauzi mengakui, jalan mendawai merupakan daerah rawan banjir kiriman dari daerah hulu ditambah luapan sungai kahayan.makanya tiap kali intensitas hujan lebat, kawasan tersebut selalu dilanda banjir apalagi kawasan tersebut rendah dan dekat dengan bantaran sungai kahayan.

Pihaknya menghimbau warga, dapat selalu waspada terhadap perubahan iklim secara mendadak, paling sering hujan terjadi pada sore dan malam hari, dan bencana banjir seminggu yang lalu, hendaknya dijadikan pelajaran bagi masyarakat, agar tidak lagi sering membuang sampah di dekat rumah, terbukti ratusan sampah plastik timbul saat terjadi banjir

​​​​​​

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar