Kritikan Boleh, Tapi Yang Membangun

KBRN, Palangka Raya : Aktivis Lingkungan Hidup Dimas Novian Hartono mendesak instansi terkait, dapat mengevaluasi perijinan perusahaan besar di daerah aliran sungai, karena kawasan tersebut  hutannya telah beralih fungsi menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit dan areal pertambangan.

"Saya menilai bencana banjir tahun ini di Wilayah Kalteng bisa dikatakan terparah, karena satu kabupaten bisa 4 kali dilanda banjir, salah satunya Kabupaten Katingan, terbaru banjir yang melanda kota Palangka Raya termasuk kategori sangat memprihatinkan, karena warga jalan di bantaran sungai bertahan hampir sepekan di tempat pengungsian," katanya. Selasa (29/11/21)

Sementara itu, menyikapi kritikan dari Aktivis Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah Sri Suwanto menganggap hal wajar, karena sebuah kritikan dari pegiat lingkungan dianggap sebagai obat yang harus disikapi dengan positif, menurutnya keberadaan hutan sebagai bagian dari kekayaan sumber daya alam di Kalteng memang harus dikelola dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat luas. Kendati demikian pihaknya tidak memungkiri, akibat keterbatasan personil sehingga terkadang luput dari pengawasan aktivitas penjarahan hutan secara ilegal

Ia berharap, pegiat lingkungan di Kalteng, dapat bersama sama dinas kehutanan, mencarikan solusi tepat terhadap kerusakan hutan yang diklaim mencapai 80 persen, bukan hanya memberikan kritikan pedas tanpa disertai data dan solusi.

"Karena Dinas kehuatan meyakini, solusi dari Walhi yang sudah berpengalaman mengamati lingkungan hidup, dapat memberikan andil terhadap lahirnya kebijakan menyelematkan hutan sebagai paru paru dunia," tutupnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar