Harus Dilakukan Penataan Lokasi Perkebunan

KBRN, Palangka Raya : Salah seorang pengamat perkebunan yang juga Ketua Lembaga Minyak Pambelum Kalteng, Dr Ir Rawing Rambang MP, Rabu (27/10/21), menegaskan sebenarnya potensi perkebunan di Bumi Tambun Bungai, sangatlah luar biasa dan mampu mensejahterakan masyarakat karena Kalteng memiliki luas lahan sekitar 15 juta hektare lebih. Namun dari 15 juta hektare lebih tersebut, hanya sekitar 8 persen ditanami komoditas kelapa sawit.

Dijelaskan mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng ini, keterkaitan antara perkebunan kelapa sawit dengan kebencanaan jika dikorelasikan, sangatlah berhubungan. Lantaran sektor perkebunan memerlukan ruang sangat besar dan pasti berpengaruh dengan perubahan ekologi.

Salah satu cara mencegah terjadinya bencana seperti banjir atau tanah longsor akibat dari perubahan ekologi tersebut, perlu adanya penataan wilayah untuk pertanian, perkebunan dan juga pertambangan. Penataan ini menurutnya merupakan tugas serta tanggung jawab dari pemerintah agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan, terutama terkait kebencanaan.

"Nah seharusnya harus ditata ulang. Mana untuk perkebunan, pertanian serta pertambangan. Pertambahan penduduk juga memerlukan ruang. Sumber makanan lebih banyak. Perlu membuka perkebunan, persawahan dan lainnya. Hanya saja pengaturannya itu. Seperti daerah tangkapan air, tidak boleh dikembangkan di situ," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00