Antar UPTD Dan Posko Penanganan Anak Dan Perempuan Di Tiap Kelurahan, Harus Saling Kordinasi

KBRN, Palangka Raya : Untuk mengoptimalkan pencegahan kasus Kekerasan Pada Perempuan Dan Anak, tiap Kelurahan membentuk tim khusus, tugasnya mengakomodir setiap laporan dari masyarakat perihal kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

Hal ini diungkapkan Kepala Pengendalian Penduduk Perlindungan Perempuan Dan Anak Serta Keluarga Berencana Kota Palangka Raya Sahdin Hasan kepada RRI. Dikatakan Sahdin, sejumlah Kelurahan sudah menyatakan sikap dan menjalin kerjasama dalam bentuk Mou, bahwa di wilayahnya harus bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Apalagi korbannya adalah perempuan dan anak dibawah umur, serta mendorong tiap warga berani melaporkan, manakala menyaksikan peristiwa KDRT yang dilakukan oleh orang terdekat, sebab ada sanksi hukuman tegas bagi pelaku walaupun suami sendiri," Kata Sahdin. Senin (18/10/21

Lebih jauh kata Sahdin, pembentukan satgas di masing masing Kelurahan, sejalan dengan masukan dari berbagai pihak, setelah Palangka Raya mendapat 3 penghargaan terkait perlindungan perempuan dan kota layak anak dari Kementerian Pusat. Disamping itu, adanya posko, agar pelayanan kepada masyarakat tentang penanganan kasus pada perempuan dan anak lebih maksimal.

Sementara itu, Satgas Penanganan Perempuan Dan Anak Widya Kumalawati menyambut baik upaya pemerintah kota Palangka Raya dalam rangka mencegah terjadinya aksi KDRT dan kekerasan anak dengan membentuk banyak posko di masing masing Kelurahan, namun dalam praktek di lapangan harus ada kordinasi antar UPTD dan Kelurahan.

"Artinya tidak saling menunggu adanya laporan atas terjadinya kasus, tetapi bisa melakukan upaya pencegahan sejak dini, caranya gencar melakukan edukasi hukum sampai ke akar rumput, bahwa pelaku KDRT dan kekerasan terhadap anak dapat terkena pidana dengan hukuman maksimal," Katanya

Yaya karib disapa juga menyarankan, untuk mengatisipasi terjadinya kasus kekerasan, tiap orang tua harus memiliki sikap sabar dan keteladanan di lingkungan keluarga, jangan sampai akibat terlalu sibuk dengen pekerjaan, membuat pendidikan akhlak anak terabaikan, sehingga anak mencari kesibukan dan perhatian dengan orang lain di luar lingkungan keluarga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00