Kasus Malaria Indigenous di Palangka Raya Nihil

KBRN, Palangka raya : Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengatakan, hingga kini belum ditemukan adanya kasus malaria indigenous di kota setempat alias nihil.

” Memang ada satu kasus malaria yang ditemukan, tapi itu bukan berasal dari Kota Palangka Raya. Pasien tertular dari daerah lain, namun berobat disini,” katanya, Minggu (17/10/2821).

Lebih lanjut Andjar menuturkan, Kota Palangka Raya telah menerima sertifikat Eliminasi Malaria pada tahun 2018. Eliminasi malaria adalah upaya untuk menghentikan penularan malaria atau indigenous.

Sertifikat eliminasi malaria diberikan kepada daerah yang mampu membuktikan tidak ada penularan setempat selama tiga tahun berturut-turut. Hal itu, juga dibuktikan dengan kartu penderita malaria.

“Boleh ada kasus malaria ditemukan namun dalam kartu penderita dapat dibuktikan kalau penyakit tersebut adalah impor atau tertular dari daerah lain. Sejak tahun 2018 sampai sekarang memang belum ditemukan adanya kasus malaria indigenous,” tegasnya.

Kendati demikian, Andjar mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit malaria. Ia mengingatkan, agar masyarakat terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

“Malaria harus segera ditangani untuk mencegah risiko komplikasi yang berbahaya. Penanganan malaria dapat dilakukan dengan pemberian obat antimalaria,”pungkasnya. (NT/MEDIA CENTRE PALANGKA RAYA) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00