Kalteng Kembangkan Salah Satu Bahan Pangan Pencegah Stunting

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah terus mendorong upaya percepatan pencegahan stunting. Provinsi Kalimantan Tengah sendiri memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni 20 persen atau seperlima dari jumlah total anak balita.

Salah satu yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan stunting yakni dengan mengembangkan sumber pangan diantaranya Beras Inpari Nutri Zinc.

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, tahun 2021 Padi Inpari Nutri Zinc ditanam di lahan seluas total seribu hektar yang tersebar di Barito Timur, Pulang Pisau dan Katingan.

 “Ini adalah padi yang apabila diolah menjadi beras kandungan zincnya lebih dari 25 persen. Ini bisa menekan angka stunting. Tidak hanya stunting itu tapi untuk orang pikun, keropos, gula darah itu juga bisa membantu,” terangnya, Selasa (28/9/2021).

Sunarti mengatakan untuk kawasan Food Estate sendiri Beras Inpari Nutri Zinc dikembangkan di lahan seluas  200 ha. Namun menurutnya pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc tidak semua untuk keperluan konsumsi tapi juga untuk perbenihan.

Diharapkan, untuk masa akan datang kebutuhan benih Padi Inpari Nutri Zinc yang adaptif terhadap lahan di Kalteng dapat dipenuhi petani penangkar yang ada.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, mengatakan selain berbagai jenis padi lainnya, lahan pertanian di Kawasan Food Estate berpotensi sangat baik untuk pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc.

Menurutnya hal tersebut terbukti dari hasil panen Uji Coba penanaman Padi Nutri Zinc di Desa Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau pada hari Minggu lalu.

“Saya kira itu baik. Ini juga bs menjadi solusi untuk ketersediaan makanan. Pertumbuhan anak untuk mencegah stunting didukung dari asupan gizi yang baik berupa makanan,” ujarnya.

Hasil panen Padi Inpari Nutri Zinc di Kawasan Food Estate tepatnya di Rey 28 Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 5 ton per hektare. (foto: MMC Kalteng)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00