Kuota Peserta UKW di Pangkalan Bun Dibatasi Enam Kelompok

KBRN, Palangka Raya: Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah dibatasi hanya enam kelompok.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Provinsi Kalimantan Tengah, Seventin Gustapatmi, mengatakan hal itu dilakukan untuk tetap bisa menjadi protokol kesehatan selama kegiatan. Apalagi, sekarang pemerintah masih memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat meski levelnya sudah turun.

“Kita hanya membuka enam kelompok. Kemungkinan besar 4 kelompok Muda, 1 Madya, dan 1 Utama. Kalau kelompok Utama minim peserta, kita akan alihkan menjadi Muda, atau Madya. Artinya, kelompok Muda menjadi 5 kelompok, atau Madya 2 kelompok,” tegasnya, Kamis (23/9/2021).

Seventin menjelaskan pendaftaran peserta UKW sudah dibuka sejak 20 September dan ditutup 9 Oktober 2021. Namun apabila kuota peserta sudah mencukupi, otomatis pendaftaran akan langsung ditutup. Pelaksanaan UKW di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, direncanakan pada 3-4 November 2021.

Seventin lebih lanjut menjelaskan ada 21 peserta yang mendaftarkan diri sebagai peserta UKW. Peserta yang mendaftar terdiri dari 15 orang untuk kelompok Muda, 4 orang kelompok Madya, dan 2 orang kelompok Utama.

Peserta kemungkinan akan terus bertambah, mengingat masih banyak PWI kabupaten maupun media-media yang belum mendaftarkan wartawannya.

“Kalau informasinya masih ada peserta dari PWI Kabupaten Seruyan 6 orang yang ingin mendaftar. Kemungkinan besar ada dari Lamandau, Sukamara, Katingan, dan Palangka Raya,” ujar Seventin.

Seventin mengungkapkan setiap penyelenggaraan UKW selalu ramai peminatnya. Bahkan pengalaman UKW yang lalu, peserta membludak hingga menjelang pelaksanaan. Namun PWI tidak bisa mengakomodir peserta yang mendaftar mendekati hari pelaksanaan karena daftar nama peserta sudah dilaporkan ke Dewan Pers melalui PWI Pusat, 14 hari sebelum pelaksanaan.

Untuk itu, Seventin meminta wartawan yang ingin mengikuti UKW agar segera mendaftarkan diri. Karena PWI membatasi kepesertaan UKW hanya untuk 6 kelompok. Apabila sudah terpenuhi, pendaftaran otomatis ditutup. Penyelenggaraan perlu mematuhi protokol kesehatan yang diatur pemerintah, sehingga jumlah peserta dibatasi.

“Kita harus batasi. Setiap peserta yang terdaftar, wajib menjalani tes antigen secara mandiri, membawa masker, dan hand sanitizer. Kita terapkan protokol kesehatan ketat,” tegas Vivin.

UKW, tegas Vivin, merupakan standar kompetensi yang wajib dimiliki wartawan. Itu untuk mengukur profesionalisme wartawan dalam bekerja.

UKW bertujuan meningkatkan kualitas wartawan, menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan pers, menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik, menjaga martabat kewartawanan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual, menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan, dan menempatkan wartawan pada kedudukan strategis.

“UKW dilaksanakan PWI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. PWI Kobar mendapatkan dana hibah dari Pemkab untuk dimanfaatkan pada program peningkatan sumber daya wartawan,” tutupnya. (rilis)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00