Walhi Kalteng Desak Instansi Terkait, Evaluasi Perijinan Penyebab Banjir

KBRN, Palangak Raya : Maraknya alih fungsi lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimantan Tengah, jadi pemicu bencana banjir  melanda 13 kabupaten 1 kota yang hingga kini masih menggenangi daerah bantaran sungai dan dataran rendah.

Hal ini disuarakan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah Dimas Novian Hartono kepada RRI. Dikatakan, rusaknya fungsi hutan membuat penyerapan air jadi berkurang, dampaknya saat intensitas hujan lebat, potensi banjir mengancam warga di bantaran sungai dan daerah rendah.

"Berdasarkan analisa kata Dimas, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, fungsi hutan terus berkurang akibat alih fungsi lahan oleh sejumlah perusahaan, mirisnya sekarang hanya tersisa 19 persen dibandingkan sebelumnya yang masih hijau dan asri," Kata Dimas. Selasa (21/9/21)

Adapun upaya untuk menyelamatkan fungsi hutan ke arah sebenarnya, pemerintah daerah harus berani mengambil sikap tegas, mengevaluasi perjinan perusahaan sawit, tambang, dan hasil hutan, kalau bisa semua perusahaan yang bergerak di Kalteng, dimintai tanggung jawab melakukan perbaikan hutan atau reboisasi.

Terkait pengembangan lumbung pangan nasional sektor pertanian, walhi juga mendesak instansi terkait, dapat mengkaji ulang, karena biar bagaimanapun, fungsi lahan gambut salah satunya sebagai penopang dari bencana banjir.

Di tempat terpisah, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Tengah H. Baini optimis, ke depan pengembangan lumbung pangan nasional justru menguntungkan masyarakat lokal, lagipula pemerintah daerah tidak membuka lahan baru, tetapi memanfaatkan lahan bekas gambut yang kembali diolah petani menjadi lahan produktif, apalagi di tengah pandemic covid 19, sektor paling stabil adalah pertanian.

"Tanaman hortikultura alami peningkatan permintaan konsumen sejak pandemi covid 19, hal ini sebagai langkah untuk meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi virus covid 19.  Untuk itu disarankan kepada sejumlah kelompok pertanian, dapat jeli melihat peluang dan kesempatan menanam disesuaikan dengan keadaan cuaca," Bebernya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00