Langgar PPRA, Jurnalis Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

KBRN, Palangka Raya: Pemberitaan tentang anak yang terlibat persoalan hukum, baik anak sebagai pelaku, saksi, atau korban harus mengikuti Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).

Guna menyosialisasikan PPRA yang telah ditetapkan Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Pelatihan Menulis Berita Ramah Anak pada Selasa (21/9/2021).

Salah seorang peserta pelatihan, Edwan Dani, mengaku mendapat pengetahuan tentang bagaimana menulis berita yang ramah anak. Menurutnya, sosialisasi tentang berita ramah anak selama ini memang masih kurang.

“Supaya jangan sampai kita membuat itu menjadi anak sudah menjadi korban bertambah lagi tertekan karena adanya pemberitaan. Nah dengan adanya pelatihan ini akan membuat kita lebih berhati-hati lagi membuat berita,” ujarnya kepada RRI.

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Tengah, M Harris Sadikin, menjelaskan pelatihan penulisan ramah anak merupakan bentuk kepedulian PWI terhadap wartawan.

Menurutnya, masih banyak pemberitaan yang tidak ramah anak khususnya terkait penyebutan informasi yang merujuk pada identitas anak. Padahal apabila melanggar PPRA, seorang jurnalis bisa terancam pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

“Selain itu bahwa ketika seorang wartawan melakukan kesalahan dalam penulisan berita dalam UU Pers dia penanggungjawab yang akan berhadapan dengan hukum. PPRA ini yang berhadapan dengan hukum paling pertama itu adalah wartawannya. Ini yang sangat penting diketahui. Selain itu juga, hal penting kenapa kita harus paham PPRA. Ktia menjaga anak kita secara psikologis. Jangan sampai psikologis anak itu terganggu pada masa depannya. Dan itu berbahaya akan menghancurkan masa depan bangsa ini,” tutur Harris.

Pelatihan menulis berita ramah anak diikuti 30 jurnalis secara langsung dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Kalteng secara virtual melalui zoom meeting.

Materi tentang pedoman pemberitaan ramah anak disampaikan Anggota Komisi Komptensi PWI Pusat, Refa Riana dan Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3APPKB Kalteng, Mulyo Suharto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00