FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Vaksinasi Covid-19 Palangka Raya 62 Persen, Kalteng 31 Persen

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah terus menggencarkan pemberian vaksinasi Covid-19 guna percepatan pencapaian target kekebalan kelompok (herd immunity). Hampir setiap hari,  Puskesmas, rumah sakit, klinik, instansi pemerintah dan lain-lain melakukan pemberian vaksinasi kepada masyarakat.

Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palangka Raya, Dini Anden, mengatakan pihaknya melakukan pemberian vaksinasi dengan kuota 500 orang per hari sejak 7 September lalu hingga awal Oktober mendatang. Selanjutnya, pemberian vaksinasi dosis kedua akan dilaksanakan mulai bulan depan dan ditargetkan selesai awal November.

"Kami ditunjuk dari Kemenkes sebagai sentra atau pos vaksin. Salah satunya dari pos vaksin yang ada di seluruh Indonesia, karena kami adalah UPT dari Kemenkes jadi kami ditunjuk sebagai salah satu pos pelayanan vaksin,” tuturnya kepada RRI, Senin (20/9/2021).

Vaksinasi dosis pertama di Poltekkes Palangka Raya dibuka bagi masyarakat umum usia 12-60 tahun mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi terbukti dengan selalu terpenuhinya kuota harian vaksinasi.

Berdasarkan Satgas Covid-19 Kalteng, capaian vaksinasi Kota Palangka Raya sudah mencapai 62 persen lebih untuk dosis pertama. Angka ini tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Kalteng. Capaian vaksinasi Covid-19 di Kalteng per Minggu 19 September 2021 tercatat 31 persen lebih.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Suyuti Syamsul, mengatakan petugas vaksinasi dari provinsi termasuk Polda dan TNI saat ini tidak lagi fokus di Kota Palangka Raya. Pemberian vaksinasi massal lebih banyak dilaksanakan di DAS Barito untuk mempercepat capaian vaksinasi di sana.

"Kita terus mendorong supaya kabupaten/kota yang belum mencapai angka yang ideal terutama yang masih cukup rendah ada di Kabupaten Kapuas, terus kita dorong untuk mempercepat vaksinasi. Kita juga memantau bahwa dosis vaksin yang ada di kabupaten masih ada yang belum digunakan. Jadi kita dorong terus untuk dipercepat kalau di atas 30 persen memang sudah cukup bagus dan cukup banyak karena memang masih ada di bawah 20 persen itu kita dorong terus untuk bisa ditingkatkan," ujarnya.

Suyuti mengatakan kalau sebelumnya kabupaten/kota mengeluhkan ketersediaan vaksin, saat ini stok vaksin cukup banyak yang masih belum disuntikkan. Menurutnya, distribusi vaksin saat ini sudah tidak menjadi masalah karena vaksin yang tiba di provinsi segera didistribusikan ke daerah-daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menambahkan pemerintah daerah yang memerlukan tambahan tenaga vaksinator bisa menyampaikan permohonan bantuan agar tim dari provinsi turun membantu untuk percepatan vaksinasi di daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00