Pengamat Hukum : Krisis Ekonomi Jangan Berifikir Pendek dan Nekat

KBRN, Palangka Raya : Pandemi memunculkan krisis multidimensional yang merambat di segala lini. Baik ekonomi, investasi usaha , pendidikan, social, dan sebagainya. Akibatnya muncul efek dan persoalan lanjutan seperti halnya meningkatnya angka kekerasan, kriminalitas dan kejahatan. Aparat Kepolisian sector Palangkaraya bahkan menemukan melonjaknya angka kriminalitas sebanyak 35 persen selama pandemic dan diprediksi angka ini akan terus meningkat.

Kepada RRI,  pengamat hukum Kota Palangka Raya, Rio Danamore Dau, Rabu (28/07/2021) mengungkap memang kondisi krisis seperti saat ini menimbulkan niat orang untuk melakukan tindak pidana. Namun secara hukum, apapun alasan yang mendasarinya, sebenarnya masyarakat harus memahami bahwa semua warga masyarakat mengalami persoalan yang sama. Masyarakat harus tetap berusaha dan mencari solusi keuangan dan ekonomi untuk tetap bertahan hidup tanpa perlu berbuat nekat.

“Secara hukum, tidak dibenarkan melakukan perbuatan nekat hanya karena kebutuhan perut yang melilit”, jelasnya.

Memang di masa pandemi covid 19 ini, kondisi krisis akibat pandemic seakan tak bisa dihindari. Ini akan menjadi tantangan bagi masyarakat untuk tetap bertahan hidup dan berkarya. Apapun yang terjadi, mencari solusi dan alternative lain lebih baiik daripada harus melanggar aturan dan menyimpang dari hukum. Dimana ada niat baik tentu  jalan dan kondisi akan berubah secara perlahan. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00