Tanaman Hortikultura Bisa Bertahan Di Masa Pandemi Covid 19

KBRN, Palangka Raya : Selama covid-19, sektor yang paling bertahan adalah pertanian jenis hortikultura, namun saat panen, sejumlah petani kesulitan memasarkan hasil pertaniannya.

Hal ini diungkapkan salah Satu Ketua Kelompok Pertanian Joko Santoso. Menurutnya campur tangan pemerintah dalam hal pemasaran dianggap masih minim, terbukti petani memasarkan secara mandiri ke masyarakat.

"Seharusnya begitu panen, pemerintah yang membeli dengan harga standar, kemudian kembali menjualnya ke sejumlah pasar tradisional, daripada dibeli oleh tengkulak dengan harga murah, tidak sebanding dengan biaya operasional tanam," kata Joko. Rabu (28/7/21)

Di tempat terpisah, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin tidak menampik, bahwa sektor pertanian memiliki prospek cerah di masa pandemi covid-19,  untuk itu, Pemko Palangka Raya terus mendorong masyarakat yang memiliki lahan, dapat mengembangkan pertanian jenis Hortikultura.

"Terkait masalah kesulitan pemasaran yang dialami sejumlah petani, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian, salah satu upayanya dengan  menggelar pasar tani, jadi hasil pertanian hortikultura dapat dijual dengan harga standar," katanya

Selain itu,  dukungan lainnya untuk pengembangan sektor pertanian, pihaknya rutin memberikan bantuan berupa bibit unggul, terutama tanaman hortikutura, seperti sayur sayuran dan buah buahan.

Hal senada diungkapkan,  Kepala Bidang  Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kalimantan Tengah, Dr. H. Baini, SP.M.Ap. Menurutnya, untuk bisa bertahan di masa pandemi covid 19 saat ini,  masyarakat harus bisa memanfaatkan lahan ditanami jenis hortikulturan sayur sayuran dan buah, karena selain dapat dinikmati sendiri, hasil panen dalam jumlah banyak dapat dijual ke sejumlah pasar tradisional, terutama jenis tanamana cabe seringkali langka dan mahal perkilonya.

Ditambahkan lulusan terbaik S3, Daerah yang cocok dikembangkan tanaman jenis hortikulturan antara lain kabupaten katingan, kotawaringin timur, dan kota palangka raya, bahkan di palangkaraya hingga saat ini, kecamatan yang masih eksis yakni Bukit batu dan Sebangau.

"Kita sering beri motivasi masyarakat yang bergelut di dunia pertanian, manfaatkan lahan sekecil apapun di rumah, karena hasilnya dapat dinikmati sendiri dan dijual. lumayan dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari hari," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00