Masa Peralihan, Rawan Kebakaran Permukiman Dan Lahan

KBRN, Palangka Raya : Pasca kebakaran permukiman di dua lokasi dalam rentang waktu dua hari, pertama di jalan patimura dan kedua di jalan kawasan mendawai, membuat warga harus ekstra hati hati terhadap kebakaran susulan, apalagi saat ini masih proses peralihan musim.

Kepala Seksi (Kasi) Koordinasi, Operasional dan Rescue, Damkar kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, kebakaran bisa muncul akibat kelalaian manusia, untuk itu warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap peralatan listrik yang dapat berpotensi menimbulkan kebakaran di perumahan padat penduduk.

"Selain kebakaran perumahan, di masa pancaroba sekarang ini, yang perlu diperhatikan masyarakat adalah, potensi karhutla di lahan gambut, karena panas api ditambah hembusan angin dapat memperluas areal kebakaran," kata Iman. Senin (26/7/21)

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi menyatakan,  BPBD  telah memetakan daerah rawan karhutla di musim kemarau, antara lain di kecamatan jekan raya, bukit batu dan sebangau. Strateginya dengan cara mengaktifkan personil serbu api di tiap kelurahan, mereka memantau dan patroli di lokasi rawan karhutla.

"Kami tak henti mengedukasi masyarakat yang memiliki lahan, dapat secara berkala mengecek lahan dari potensi kebakaran, juga dalam membersihkan lahan dihimbau menggunakan cara ramah lingkungan," ungkapnya

Sementara itu, Kepala BMKG Palangka Raya Catur Winarti mengatakan, dalam satu minggu ke depan cuaca ekstrem masih terjadi di wilayah Kalimantan tengah, terutama di waktu sore dan dini hari, hal ini menandakan adanya peralihan musim, dan perubahan suhu secara mendadak. Bila terjadi kondisi tersebut warga disarankan tidak bermain main api, karena dapat meluas melalui hembusan angin, sedikit saja ada titik panas akan cepat membesar.

"Adapun musim kemarau tahun ini, sudah masuk di bulan Juli, akan tetapi dalam kemaraunya dalam kondisi normal tidak disertai el nino. Untuk itu warga diharapkan terus memantau perkembagan cuaca terbaru dari BMKG, agar dapat mengevakuasi diri, bilamana terjadi berbagai bencana," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00