Pembelajaran Daring, Kuras Keuangan Orang Tua Peserta Didik Membeli Kuota Internet

KBRN, Palangka Raya : Penerapan pembelajaran dari jaringan atau daring dikeluhkan orang tua peserta didik, bahkan cenderung menambah biaya pengeluaran, akibat terus menerus membeli kuota internet.

Salah satu peserta didik Iman Syaifudin mengusulkan kepada pemerintah daerah, dapat segera membuka pembajaran tatap muka terbatas, karena dunia pendidikan sudah cukup lama vakum akibat pandemi covid 19 yang berkepanjangan.

"Selama proses daring lanjut Iman, daya kreatifitas anak anak terus menurun, bahkan penyerapan materi pelajaran semakin rendah, belum lagi masalah lainnya yang timbul akibat kurangnya interaksi sosial, rasa kepedulian anak terhadap sesama perlahan hilang," kata Iman. Senin (26/7/21)

Terkait permasalahan tersebut, saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah H. Ahmad Syaifudi, S.Pd mengatakan, usulan membuka PTM terbatas dari orang tua peserta didik terus mengalir, dan dari sudut pandang sejumlah kalangan yang berkecimpung di dunia pendidikan seharusnya PTM bisa digelar secara terbatas, hanya saja belum disetujui kepala daerah.

"Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan permohonan kepada Gubernur Kalteng, menyampaikan sejumlah aspirasi dari pemerhati pendidikan, dengan dasar SKB menteri mengenai pelaksanaan pembalajaran tatap muka, diharapkan ada kebijakan khusus menggelar tatap muka terutama di daerah zona hijau pandemi covid 19," katanya

Sementara itu, sejak pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan PPKM, rencana awal pembelajaran tatap muka digelar pada tahun ajaran baru, terpaksa harus diundur lantara kasus covid 19 terus meningkat, setelah berjalan dua minggu lebih, kabar pelaksanaan PTM belum temukan titik terang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00