Larangan Mudik, Pelabuhan Sampit Tak Ada Aktivitas Pelayaran

KBRN, Palangka Raya: Selama periode peniadaan mudik 6-17 Mei 2021, hampir tidak ada aktivitas pelayaran di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit mencatat hanya ada sekali pelayaran selama masa larangan mudik, itu pun hanya angkutan barang yang dibawa sopir dan kenek. 

Menurut Kepala KSOP Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Thomas Chandra, status kapal memang beroperasi namun posisi masih port stay atau parkir pelabuhan di Semarang dan Surabaya. 

“Trus selanjutnya pengawasan terhadap kapal-kapal kargo, kalau di hari H itu nggak ada kegiatan bongkar muat karena kan PKBM kan libur. Kemudian nanti mungkin akan mulai lagi setelah tanggal 17. Karena masih pada konsentrasi ngikutin aturan pemerintah bahwa nggak ada mudik,” ujarnya kepada RRI, Sabtu (15/5/2021). 

Ditambahkan Thomas, meski libur Lebaran pengawasan oleh Posko Pengendalian Laut tetap dilakukan seperti biasa untuk mengantisipasi misalnya ada kapal asing yang masuk. Pos penyekatan juga dibentuk sesuai perintah Satgas Covid-19 pusat, Kementrian Perhubungan dan SE Gubernur Kalteng. 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedi, mengharapkan warga negara Indonesia khususnya warga Kalteng dapat ikut merealisasikan kebijakan pemerintah untuk mengurangi pergerakan yang masif. 

“Karena harus dipahami kebijakan ini diambil dalam rangka kita memutus mata rantai perkembangan covid-19. Kalau masyarakat tidak mendukung apa yang ditetapkan pemerintah yang ujung-ujungnya adalah untuk kepentingan bersama,” kata Yulindra Dedi. 

Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran  yang tinggi dalam mematuhi aturan pemerintah terkait larangan mudik. Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk kebaikan bersama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00