Perlu Komunikasi untuk Dampingi Anak Selama Ramadhan

KBRN, Palangka Raya : Selama bulan puasa terlebih masa pandemi Covid-19 ini, anak-anak dan remaja memiliki banyak waktu luang yang sedianya bisa dipergunakan untuk kegiatan positif. Namun sayangnya , banyak waktu luang ini justru dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak berfaedah seperti halnya bermain game online, menonton tayangan di media sosial hingga balapan liar. Disinilah peran orang tua ditantang untuk ikut mengarahkan kegiatan dan perilaku putra putrinya kepada hal yang bersifat keagamaan dan spiritual

Seorang praktisi pendidikan Kota Palangka Raya, Rizki Tanjuddin, Kamis (22/04/2021)  mengungkap saat ini anak  dan remaja lebih banyak dekat bersama orng tua dan keluarga. Pasalnya sekolah belum melakukan proses tatap muka.

Mendekati anak-anak dan remaja ini memang harus melewati pendekatan dan pendampingan tersendiri. Khususnya agar mereka mau mempelajari atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan. Orang tua perlu membuka ruang diskusi dan penyaluran ide dan pendapat bagi anak dan remaja. Orang tua perlu sedikit membiarkan anaknya untuk mempunyai aspirasi dan gagasan asli miliknya.

Orang tua juga dimita untuk tidak perlu memaksakan atau melarang anaknya berkegiatan. Namun bisa memberi ruang dan wadah yang tepat, agar energi dan semangat yang diimiliki anak bisa tersalurkan.

“Terkhusus dalam hal spiritual, orang tua tidak perlu memaksakan kehendak, namun memberikan pilihan dan opsi berupa ruang kepada anak untuk belajar agama dan spiritual sesuai yang ia sukai,”jelasnya kepada RRI.

Memang sudah seyogyanya, bulan puasa tidak boleh terlewatkan begitu saja. Perlu ada pengalaman dan penghayatan tersendiri bagi anak dan remaja lebih dekat kepada agama dan Sang Pencipta. Kalangan remaja harus memiliki pengalaman rasa dan  batin terhadap hal yang berbau spiritual dan kerohanian Islami. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00