Pendatataan Keluarga Nasional, Cara Efektif Atasi Masalah Pelik Di Lingkup Keluarga

KBRN, Palangka Raya : Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Palangka Raya menargetkan, 60 ribu keluarga bisa didata sampai pada akhir Mei nanti.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, untuk mencapai target jumlah realistis pendataan keluarga nasional, pihaknya mengerahkan ratusan petugas mulai dari tingkat Kota, Kecamatan, hingga Kelurahan, dan saat ini proses pendataan masuk tahap ketiga, menyasar 5 Kecamatan.

"Saat ini petugas terus bekerja mendata di 5 Kecamatan, targetnya kalau bisa lebih dari 60 ribu orang terdata sampai akhir Mei nanti,” kata Sahdin kepada RRI Kamis (22/4/21).

Lebih jauh diterangkan, pada program Pendataan Keluarga tahun 2021 ini, lebih difokuskan pada keluarga pasangan usia subur dan keluarga lengkap, minimal terdiri dari ayah, ibu dan anak dalam satu keluarga, ratusan petugas mendatangi rumah ke rumah dengan protokol kesehatan ketat. Secara umum pelaksanaan pendataan keluarga berjalan cukup lancar dan hanya ada sejumlah kendala teknis terkait penginputan data secara daring dan masih ditemukan masyarakat yang menolak untuk di data lantaran curiga berlebihan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalimantan Tengah Yuren S Bahat mendukung program pendataan keluarga nasional, sebab melalui program ini, pemerintah dapat mengetahui permasalahan pelik yang tengah dihadapi keluarga, salah satunya masalah staunting, menjadi tugas dan pekerjaan rumah bersama untuk dicarikan solusi terbaik.

"Dalam rangka mencegah stunting, seluruh stakeholder harus memiliki tujuan yang sama termuat dalam rencana pembanguna baik jangka pendek dan jangka panjang, juga peran dari masyarakat dan perusahaan besar di Kalimantan Tengah sangat penting, salah satunya melalui bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan, sebagian dapat disalurkan  kepada masyarakat yang sedang membutuhkan dan menghadapi masalaha kesehatan," tukasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00