Mahasiswa di Palangka Raya Demo Tuntut Disahkannya RUU PKS

KBRN, Palangka Raya: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Puan dan Kawan Kalteng Melawan menggelar aksi demo damai menuntut segera disahkannya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) Kalteng bersama mahasiswa yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi seperti GMNI, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR dan BEM STMIK serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Palangka Raya berunjuk rasa di Kantor DPRD Kalteng pada Rabu (21/4/2021).

Juru Bicara Aksi Demo Damai, Anggieta, saat berorasi menuntut DPRD Provinsi, gubernur dan DPR RI Perwakilan Kalteng untuk mendukung segera disahkannya RUU PKS menjadi Undang-Undang.

“Kami sekali lagi di sini aksi damai karena apa? Menuntut untuk payung hukum ini segera disahkan. Sangat banyak hukum-hukum yang lain, tapi kenapa hanya RUU PKS yang keluar-masuk-keluar-masuk sejak 2016. Padahal itu sangat membantu kaum perempuan dan kaum laki-laki untuk dilindungi haknya, kesetaraannya,” seru Anggieta saat berorasi.

Pada momen peringatan Hari Kartini, pendemo menuntut perlindungan terhadap kaum perempuan dengan disahkannya RUU PKS. Menurut Anggieta, Kalteng memiliki banyak buruh pabrik, perusahaan pertambangan dan lain-lain yang mengalami kekerasan seksual. Bahkan sudah banyak pemberitaan tentang kekerasan seksual yang dialami perempuan mulai anak usia SD dan mahasiswa.

Hal yang selama ini seperti dianggap biasa dan sepele, lanjutnya, harus mendapat perhatian pihak legislatif. Untuk itu pihaknya sangat menuntut RUU PKS ini segera disahkan.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Duwel Rawing, yang menerima aspirasi pendemo menyatakan siap mendukung dan mengawal sampai disahkannya RUU PKS ini oleh DPR RI.

“Mudah-mudahan dengan tuntutan yang begitu banyak dari seluruh Indonesia, DPRD pun pasti akan menyuarakan hal yang sama. Dengan demikian UU yang sudah lama menjadi pembahasan di DPR RI bukan di DPRD akan segera disahkan. Mudah-mudahan tahun ini. Kita sama-sama berjuang bersama. Karena bukan kita yang teken, jadi memang itu adalah perjuangan kita bersama masyarakat Kalimantan Tengah,” tuturnya diamini oleh mahasiswa yang melakukan aksi demo.

Selain Duwel Rawing, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Mariani Sabran, juga turut menerima mahasiswa yang berunjuk rasa. Mariani juga berjanji menyuarakan hal yang sama sebagai anggota Komisi II DPRD Kalteng.  (Sep)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00