THR Bagi Pekerja Harus Dibayar Penuh Sebelum Hari Raya

KBRN, Palangka Raya : Sesuai surat edaran dari Menteri Ketenagakerjaan, perusahaan wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan maksimal satu minggu sebelum Lebaran. 

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Tengah, Rivianus Syahril Tarigan kepada RRI, Rabu (21/4/21), perusahaan yang tidak membayarkan THR akan dikenakan sanksi, paling berat pencabutan izin operasi.

Namun terdapat pengecualian bagi terdampak Covid-19. Kadisnakertrans mengakui, perusahaan terdampak covid, dapat berdialog dengan para pekerjanya untuk mencapai kesepakatan pembayaran THR. 

Jika perusahaan tidak mampu mengucurkan dana THR, perlu disertai bukti ketidakmampuan dan perusahaan diminta melaporkan hasil diskusi dengan pekerjanya kepada disnakertrans paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.

"Menurut aturan Kemenaker Nomor 6 Tahun 2016 dan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, bahwa THR harus dibayar penuh. Memang di dalam surat edaran tersebut bagi perusahaan yang terdampak Covid-19 bisa berunding dengan pekerjanya tapi paling lambat pembayaran tetap seminggu sebelum hari raya," ujar Rivianus Syahril Tarigan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00