Polda Kalteng Berhasil Menangkap 4 Pengedar Shabu Shabu Di Kabupaten Kotawaringin Timur

KBRN, Palangka Raya : Berkat kesigapan aparat kepolisian, bekerjasama dengan masyarakat, Jajaran Ditresnarkoba Polda Kalimantan Tengah, kembali berhasil mengungkap peredaran barang haram narkoba puluhan gram paket shabu shabu, masuk ke wilayah hukum Kabupaten Kotawaringin Timur.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah Kombespol Nono Wardoyo, saat menggelar jumpa pers didampingi Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Saputro, Rabu di Balai Wartawan (21/4/21) mengatakan, 4 pengedar narkoba berhasil diamankan yang tediri dari 3 laki laki dan 1 perempuan, masing masing inisial HPA, IF, SR, dan MY. Pada saat ditangkap pelaku mengedarkan  di 3 TKP berbeda, tetapi masih di satu Kabupaten Kotawaringin Timur,  para tersangka melakukan  aksinya di sekitar daerah Parenggean, pengedar berhasil ditangkap saat melakukan transaksi. Penangkapan itu sendiri tidak terlepas dari informasi masyarakat, kemudian di Kecamatan Ketapang tersangka  pengedar shabu inisial IF ditangkap beserta barang bukti 1 pucuk senjata api jenis revolver, dari keterangan tersangka, senjata api diperoleh melalui sistem barter antara pemakai dan pengedar, agar mendapatkan paket shabu shabu, karena sudah kecanduan.

“Personil kita di Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali mengagalkan pengedar narkoba puluhan paket jenis shabu shabu, dari tangan pelaku, kita juga amanka senjata api yang saat ini masih kita selidiki kepemilikannya, yang nanti ditangani Dirreskrimum,” kata Nono kepada RRI Rabu (21/4/21)

Nono menjelaskan, asal muasal barang haram narkoba jenis shabu diduga berasal dari jaringan Pontianak, dan para pengedar selama ini sudah memiliki pangsa pasar baik di areal perkebunan dan pertambangan, sehingga berapapun jumlah shabu shabu yang lolos dari incaran petugas, selalu habis terjual.

“Kami berupaya melakukan penjagaan ketat di pintu masuk kalteng, terutama jalur pelabuhan dan bandara, sebab selama ini kalteng menjadi sasaran empuk pengedar, juga pihaknya berpesan kepada masyarakat, tidak segan melaporkan gerak gerik mencurigakan dari para pengedar, karena peran masyarakat sangat penting, guna memberantas peredaran narkoba hingga ke akar akarnya,” katanya.

Akibat perbuatan tersangka, ke empatnya terancam undang undang nomor 35 tahun tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 6 tahun penjara, denda paling sedikit Rp 1 Miliar, dan hukuman paling lama 20 tahun atau seumur hidup, sebagai bagian memberikan efek jera.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00