Partisipasi Masyarakat Ungkap Keberadaan Imigran Gelap Di Sumatera Barat

KBRN, Padang : Pengawasan orang asing dengan penindakan hukum administratif atau dikenal dengan istilah projutisia terus dilakukan pihak terkait. Pandemi bukan alasan untuk petugas atau pun aparat menutup mata dari realita. Dalam kenyataannya, imigran gelap tetap diburu petugas. Bermcam tipu daya dilakukan imigran  untuk mengelabui petugas, sebagaimana  diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Barat, R. Andika Dwi Prasetya, di sela-sela peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-72, Rabu, (26/01/2022)  yang mengusung tema. Bangkitnya Pelayanan Revitalisai Penegakan Hukum dan Keamanan untuk Negeri.

Andika menjelaskan, pengawasan  yang dilakukan aparat dalam hal ini tetap menggandeng pemerintah daerah, OPD terkait dan jajaran aparat TNI/ Polri.  Hasilnya, belum lama ini aparat dari kantor imigrasi menemukan pelanggaran keimigrasian di  Kota  Bukittinggi dengan pelakunya,  warga asal  RRC yang selanjutnya dideportasi petugas ke negara asal.

Pelanggaran lainnya jelas Andika juga dilakukan warga Pakistan yang terbukti melakukan pelanggaran pidana dan tanpa menunggu lama, aparat pun mendeportasi yang bersangkutan  ke negara asalnya.

" Kasus penindakan orang asing dengan pelanggaran  hukum/administratif bukan hal baru lagi di dunia imigrasi. Peluang orang melakukan pelanggaran tetap terbuka luas, namun dari jajaran petugas atau aparat terkait tidak akan tinggal diam," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kenwil Kemenkum HAM Sumatera Barat, R. Andika Dwi Prasetya berharap, adanya partisipasi masyarakat membantu Tim Pora dalam mengungkap keberadaan imigran gelap yang merugikan negara dan masyarakat daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar