Efek Wali Kota Padang Masih Sendiri Berdampak pada Kualitas Pembangunan dan Program Kerja

KBRN, Padang : Hampir satu tahun lamanya Wali Kota Padang Hendri Septa tidak memiliki pendamping. Dengan kondisi tersebut dipastikan berdampak pada terganggunya roda pemerintahan. 

Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Padang Asrinaldi mengungkapkan, keberadaan wakil wali kota dalam pemerintahan sangat penting. Kendati wali kota mampu mengerjakan berbagai kegiatan dengan dibantu organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada, namun dengan tidak adanya kehadiran wakil wali kota hasilnya tidak akan berjalan maksimal.

"Wali kota selalu bilang bisa mengerjakan tugas dan fungsi tanpa wakil. Tapi apakah hasilnya maksimal?" ujarnya saat dihubungi RRI di Padang, Kamis (20/1/2022).

Asrinaldi menyampaikan, tidak adanya wakil wali kota Padang hingga saat ini jelas berdampak pada kualitas pembangunan dan program kerja. Sebab tidak akan sesuai dengan visi misi serta rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang telah disusun.

"Apa sempat mengevaluasi program kerja yang telah dilakukan? Pastinya tidak karena banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Padahal ini penting dilakukan," ujarnya.

Menurut Asrinaldi, Wali Kota Padang Hendri Septa harus menyegerakan penetapan wakil wali kota Padang. Menggingat, 18 bulan sebelum masa kepemimpinan habis tidak diperbolehkan lagi mengajukan pengisi jabatan wali kota Padang. Artinya, Wali Kota Padang Hendri Septa hanya mempunyai kesempatan menetapkan pendamping sebelum Desember 2022.

"Sedikit banyak pasti ada indikasi untuk persaingan 2024. Namun kalau pak walinya percaya diri saya rasa tidak ada masalah mempunyai wakil," katanya.

Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Padang Asrinaldi mengungkapkan, Kota Padang sebagai etalase Sumatera Barat yang memiliki banyak persoalan kemasyarakatan tentunya tidak bisa dijalankan oleh wali kota Padang seorang diri. Dibutuhkan sosok wakil wali kota yang dapat membantu upaya percepatan jalannya roda pemerintahan.

Asrinaldi menambahkan, juga dibutuhkan peranan dari anggota DPRD Kota Padang dalam upaya mempercepat pengisi kursi wakil wali kota. Diharapkan anggota DPRD Kota Padang tidak hanya pasif menunggu pengajuan dari wali kota.

"Benar anggota DPRD sifatnya hanya menunggu usulan, tapi apa dibiarkan saja begini. Bisa sajakan didesak tapi bukan secara langsung dengan menanyakan mana wakil wali kota tetapi bisa melalui program dan kegiatan yang tidak tercapai karena tak memiliki pendamping di pemerintahan daerah," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar