Kepala Divisi Pemasyarakatan Buka Kegiatan Rehabilitasi LPKN Kelas III Sawahlunto

KBRN, Padang : Seratus orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika (LPKN) Kelas III Sawahlunto menjalani rehabilitasi sosial sebagai upaya pembinaan serta menghilangkan ketergantungan terhadap narkoba. Program rehabilitasi sosial gelombang I tahun 2022 tersebut dibuka oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, Muhammad Ali Syah Banna di Sawahlunto, Senin (17/1/2022).

Dalam sambutannya, Kadivpas menyampaikan bahwa seratus warga binaan tersebut akan menjalani rehabilitasi sosial selama enam bulan ke depan lewat berbagai materi dan pelatihan yang diberikan. Dalam menjalankan program ini LPKN Kelas III Sawahlunto bekerjasama dan bersinergi dengan lembaga atau instansi terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Kanwil Kemenag, dinas kesehatan, dan lainnya.

"Tujuan dari program ini adalah menjadikan para warga binaan menjadi manusia yang lebih baik, lepas dari ketergantungan narkoba, serta bisa produktif," ujar Kadivpas.

Selanjutnya Kadivpas meminta para narapidana mengikuti program rehabilitasi sosial itu dengan sepenuh hati dibarengi oleh tekad yang kuat untuk merubah diri. Selain itu, lanjutnya selama program berjalan pihak Lapas juga berupaya mengeksplore kemampuan tiap-tiap warga binaan untuk dikembangkan sesuai bakat yang dimiliki.

"Program ini rutin digelar setiap tahun, dari evaluasi peserta di periode sebelumnya mereka menunjukkan perubahan yang baik. Tidak berbuat salah atau masuk penjara lagi karena kasus narkoba," katanya.

Sementara Kepala Lapas Khusus Narkotika Sawahlunto, Nasir mengatakan peserta rehabilitasi sosial tahun 2022 itu adalah warga binaan yang lulus proses seleksi dan asesmen. Kalapas memaparkan rata-rata warga binaan yang mengikuti rehabilitasi sosial menunjukkan sikap dan perilaku yang baik setelah mengikuti program.

"Setiap peserta kami evaluasi sikap dan perilakunya, dari pengamatan sejauh ini (program) memberikan dampak yang positif," katanya.

Sedangkan Koordinator Bidang Rehabilitasi BNNP Sumbar, Josra Maidi berharap program rehabilitasi selama enam bulan itu bisa memperbaiki warga binaan yang pernah menjadi penyalahguna narkoba.

"Ilmu yang didapatkan selama enam bulan harus dipahami, dimengerti, serta diaplikasikan saat kembali ke tengah masyarakat nanti," jelasnya.

Sehingga warga binaan benar-benar lepas dari jerat narkoba, pulih, dan bisa produktif saat keluar dari penjara. Josra mengajak para warga binaan sama-sama berkomitmen untuk menjauhi narkoba apapun jenisnya, sebagai misi untuk membebaskan Sumbar dari peredaran barang terlarang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar