Bedah Buku Restorasi Keadilan Tinjauan Perkara SNI, Suap dan Gratifikasi

KBRN, Padang : Wakil Menteri Hukum dan HAM RI serta sejumlah Ahli Hukum dihadirkan dalam bedah buku yang berjudul Restorasi Keadilan Tinjauan Perkara SNI, Suap dan Gratifikasi di Aula Pancasila Fakultas Hukum Universitas Andalas Kota Padang.

Secara umum, buku tersebut berisi fakta-fakta dalam kasus yang menjerat Irman Gusman serta Xaveriandy Sutanto dan Memi Kho. Penulis Buku Pitan Daslani mengatakan dalam buku ini, merupakan kelanjutan dari buku yang ditulis pada 2018 lalu.

Artinya, jika buku sebelumnya lebih fokus kepada sosok Irman Gusman yang dijerat karena kasus penerima gratifikasi, dan buku kali ini lebih fokus kepada sosok Xaveriandi Sutanto dan istrinya Meni Kho yang yang dijerat karena pemberi gratifikasi dan gula tanpa SNI.

Pitan Daslani menyebutkan, sejumlah fakta ditulis dalam buku itu diantaranya awal kasus gratifikasi tersebut muncul karena masalah gula tanpa SNI.

Menurutnya, Xaveriandi Sutanto yang ditangkap 2016 silam tengah melakukan pengurusan SNI. Pengusaha Xaveriandi Sutanto juga disebut tidak memproduksi gula tapi membeli gula dari pihak lain. Selain itu, ada sejumlah fakta lain yang ditulis di penulis di buku tersebut.

"Dengan menghadirkan berbagai pakar hukum ini, saya berharap khususnya Fakuktas Hukum Unand dapat sebagai penggerak untuk memberikan catatan atas putusan hukum. Dikarenakan, menurut saya manusia tidak luput dari kesalahan," ucap Pitan Daslani (Rabu, 8/12/2021).

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unand Busyra Azheri mengatakan buku tersebut banyak memberikan informasi dan bukti-bukti terkait kasus gula tanpa SNI tersebut.

Menurutnya, kasus itu dinilai lemah dari sisi obyektif hukum ditambah tidak ada laporan kerugian dari gula yang diedarkan.

"Saya menilai kasus ini lebih mengarah ke administrasi bukan pidana. Pemusnahan bukan langkah tepat karena seharusnya gula dalam kasus ini hanya disita negara bukan dimusnahkan. Saya berhadap ada perbaikan penegak hukun kedepannya," terangnya.

Seperti yang dikatahui, kasus gula tanpa SNI telah menjerat Irman Gusman terkait kasus penerima gratifikasi dan pengusaha Xaveriandi Sutanto serta Memi Kho terkait Pemberi Gratifikasi dan gula tanpa SNI di Kota Padang pada 2016 lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar