Teloransi Beragama di Lingkup Pemasyarakatan Sumbar

KBRN, Padang : Meski pemeluk agama Islam adalah warga binaan mayoritas di lingkup pemasyarakatan Sumatera Barat, konsep toleransi beragama tetap menjadi acuan. Masing-masing warga binaan mendapatkan perlakuan yang sama dan tidak ada keistimewaan yang diberikan untuk kelompok mayoritas atau pun minoritas, sebagaimana diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Barat, R. Andika Dwi Prasetya kepada RRI, Rabu, (25/5/2022).

Sebagai wadah pembinaan strategis, lapas dan rutan  berupaya memenuhi kebutuhan warga binaan sesuai konsep pemasyarakatan. Pemenuhan hal dasar warga binaan dalam hal menjalankan ibadah agama tetap dilindungi negara, dan tidak ada istilah diskriminasi  untuk kelompok tertentu.

" Hal demikian yang menjadi dasar penyelenggaraan aktifitas pembinaan sehingga tetap berjalan lancar hingga saat inim" ujatnya.

Padahal diketahui, Sumatera Barat termasuk daerah heterogen yang di dalamnya berdomisili masyarakat dengan kehidupan agama dan budaya yang beragam. Namun hal itu sebagaimana ditegaskan R. Andika Dwi Prasetya tidak menjadi boomerang dalam penyelenggaraan program pembinaan  pada masing-masing lapas dan rutan.

Dari pihaknya selalu menekankan pentingnya membina tolerasi  dalam kehidupan sehari-hari. Justeru dari perbedaan,  masing –masing kelompok bisa mengertahui dan mengenali kekayaan yang dimiliki yang mestinya tetap dijaga dan dilestarikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar