Pengembangan Kasus Dugaan Keracunan Bakso Bakar, Tunggu Hasil Labor BBPOM Padang

KBRN, Padang : Pengembangan kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa SDN 29 Gunung Sarik Kota Padang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang.

"Kami sudah meminta keterangan dari penjual bakso bakar berinisial UL yang diduga sebagai penyebab keracunan itu, kemarin," kata Kapolsek Kuranji AKP Nasirwan saat dikonfirmasi RRI di Padang, Rabu (12/1/2022).

AKP Nasirwan mengatakan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan setelah didapatinya hasil labor pemeriksaan sampel makanan dari BBPOM Padang. Hal itu guna memastikan keracunan makanan disebabkan dari bahan bakso atau saus yang digunakan.

Menurut AKP Nasirwan, berdasar keterangan penjual bahan bakso dibeli dari Pasar Alai, sedangkan bahan saus didapatkan dari Pasar Belimbing.

"Belum kita temui dan minta keterangan pedagang bahan bakso bakar itu karena masih menunggu hasil labor sampel makanan dari BBPOM Padang," ujarnya.

Kapolsek Kuranji AKP Nasirwan menambahkan, sembari menunggu hasil laboratorium BBPOM, penjual bakso wajib lapor sekali dua hari. Pedagang maupun penjual bahan makanan yang menyebabkan siswa keracunan dapat dijatuhi hukuman pidana apabila menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala SDN 29 Gunung Sariak, Fauzani mengatakan pihak sekolah telah berulang kali mengingatkan siswa agar dapat membawa bekal makanan dari rumah Hal itu guna menghindari kejadian siswa keracunan makanan. Sebab tidak dapat dipastikan makanan yang dijual pedagang di luar sekolah dalam kondisi bersih higienis dan sehat.

"Sudah sering kita ingatkan tapi namanya anak-anak ya. Kami pun tidak mempunyai kewenangan melarang pedagang berjualan di luar perkarangan sekolah," katanya.

Fauzani menambahkan, proses belajar mengajar tetap dilanjutkan pasca kejadian puluhan siswa keracunan makanan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar