Aliran Menyimpang Ditemukan MUI Tanah Datar

KBRN, Padang : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Datar mengindikasikan aliran bernama Jamaah Bab Kesucian dinilai telah menyimpang dari ajaran Islam. 

"Kami sejak awal tahun 2022, intens mengimbau para pemuka agama serta pengurus mesjid untuk menyebarkan edaran maklumat nomor tujuh kepada masyarakat umum terkait telah tumbuh dan berjalannya aliran keagamaan yang dinilai telah menyimpang," kata Sekretaris MUI Tanah Datar, Afrizon saat dikonfirmasi RRI di Padang, Rabu (12/1/2022).

Afrizon mengatakan, aliran ini dinilai menyimpang karena setiap pengikut  yang baru bergabung harus mengulang syahadat. Selain itu, bagi pengikut yang telah menikah diperintahkan untuk menceraikan pasangannya.

"Kalau pasangannya tidak mau ikut ajaran ini maka harus diceraikan. Namun kalau mau ikut maka harus menikah ulang lagi dihadapan guru atau pemimpin aliran," ujarnya.

Kemudian pengikut wajib membayarkan zakat kepada guru guna menghindari azab kubur serta bagi jemaah yang melakukan kesalahan dapat menebusnya dengan membayar denda kepada guru.

"Kami sudah melakukan penelitian selama enam bulan dan enam kali sudah melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Kesimpulan kami aliran ini terindikasi menyimpang dan sesat sesuai maklumat yang telah kami keluarkan," ujarnya.

Lanjut Afrizon, aliran Jamaah Bab Kesucian ditemukan setelah MUI Tanah Datar mendapatkan laporan dari seorang suami yang istrinya meminta cerai dengan alasan ajaran yang dianut. Setidaknya telah ada dua pasangan yang meminta cerai setelah mengikuti aliran dimaksud.

"Kalau untuk siapa pemimpinnya kami belum bisa sampaikan identitasnya," ujarnya.

Sekretaris MUI Tanah Datar, Afrizon  menambahkan, aliran jamaah Bab Kesucian disebarkan dari pintu ke pintu di beberapa wilayah Kabupaten Tanah Datar  Kendati pengikut aliran tersebut belum banyak ditemukan, MUI Tanah Datar meminta agar pemuka agama dapat menyebarluaskan perihal maklumat yang telah dikeluarkan. Dengan harapan tidak ada lagi masyarakat yang terjebak mengikuti aliran menyimpang itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar