Dilema Penyelesaian Tanah Ulayat di Sumatera Barat

KBRN, Padang : Lamanya  penanganan masalah tanah ulayat di Sumatera Barat seringkali mengendalai pembangunan infrastruktur di daerah// Hal itu diakui Wakil Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat, Puti Dian Anggraini kepada RRI, Senin, (6/12/2021).

Pembebasan lahan di daerah ini seringkali memakan waktu yang cukup panjang meski  pada akhirnya dapat dirampungkan dengan pembayaran ganti rugi atau ganti untung. Puti Dian Anggraini menjelaskan,  harta pusaka di Sumatera Barat pada umumnya pusaka tinggi sehingga tidak bisa dijual ataudihibahkan begitu saja.

" Penyelesaian harta pusaka tinggi di Minangkabau  membutuhkan kesepakatan  bersama. Satu saja diantara kaum   ada yang mengugat atau  tidak menyetujui, maka persoalan tanah ulayat belum bisa dikatakan selesai atau rampung," ujarnya.

Hal  itu  sudah menjadi bagian dari kesepakatan komunitas adat di Sumatera Barat. Soal kendala-kendala yang dihadapi  terkait ketidaklancaran pembangunan infrastruktur sebut saja pembangunan jalan tol,  Puti Dian Anggraini menambahkan, pada prinsipnya masyarakat di Sumatera Barat merespon positif proyak pembangunan beskala nasional itu.

Keberadaan tol diakui Puti Dian Anggraini  membawa perubahan yang signifikan terhadap pergerakan semua lini kehidupan, salah satunya perekonomian masyarakat di daerah. Namun jika dikembalikan pada penyelesaian kasus tanah ulayat yang membutuhkan kesepakatan bersama dari kaum yang bersengketa, hal itu   diakui menimbulkan dilema  yang penyelesaiannya memang membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar