Tradisi Makan Bajamba Harus Dilestarikan

KBRN, Padang : Selesai melaksanakan “Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Pariaman Dalam Rangka HUT ke-20 Kota Pariaman” Walikota Pariaman beserta jajaran dan tamu undangan, langsung menuju Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman untuk melakukan acara makan bajamba yang telah disediakan.

Untuk satu Kecamatan menyediakan 10 Jamba yang berasal dari  Desa/Kelurahan masing-masing. Masing-masing Jamba berisikan sajian makanan yang terdiri dari beberapa jenis makanan khas tradisional Kota Pariaman, seperti telur mata sapi bawang goreng, kacang panjang goreng khas muluik, terung goreng muluik, karupuak olen balado, pangek ikan, anyang, kalio ayam, goreng ayam balado, perkedel kentang, rendang, dan telur goreng balado.

Genius Umar yang didampingi oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan bahwa makan bajamba ini merupakan tradisi budaya Kota Pariaman yang harus dilestarikan. Tujuannya agar budaya ini dikenal anak cucu kelak.

“Dengan makan bajamba, akan tercipta rasa kebersamaan dan persaudaraan antara pemerintah, niniak mamak, dan bundo kanduang di tengah-tengah masyarakat. Dalam tradisi makan bajamba kita akan mengetahui bagaimana prosesi makan bajamba itu dilaksanakan, seperti cara duduknya, hitungan orang yang makan dalam satu jamba, dan kita juga diajarkan bagaimana caranya berbagi makanan dalam satu jamba itu agar semuanya bisa menikmati makanan tersebut," kata Genius Umar, Minggu (3/7/2022).

Menurut Genius, makan bajamba ini akan selalu diadakan setiap tahunnya dalam rangka ulang tahun Kota Pariaman. Semua kalangan masyarakat boleh ikut serta meramaikan kegiatan ini.

“Alhamdulillah acara makan bajamba hari ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar, semua tamu undangan datang, begitu juga dengan masyarakat yang ingin bergabung dalam acara ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terlaksana setiap tahunnya, agar budaya kita selalu terjaga dan tidak tergerus oleh zaman, dan bisa dilanjutkan oleh anak cucu kita nanti," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar