MAHALNYA PAJAK BERIMBAS PADA TURUNNYA MINAT BACA

Boy Candra

KBRN, Padang: Penulis buku novel Best Seller asal Sumatera Barat, Boy Candra menyoroti keseriusan pemerintah terhadap perkembangan industri buku sekaligus upaya mendorong minat baca masyarakat. Menurutnya, pajak berlapis dalam produksi dan penjualan buku, membuat harga buku tidak ramah di kantong masyarakat alias mahal. Akibatnya masyarakat enggan membeli buku sehingga berimbas minimnya minat baca masyarakat. 

“Sekarang sejauh apa sih pemerintah kita serius dalam industri perbukuan. Kalau dikaji-kaji, disetiap sudut kegiatan perbukuan ini ada pajaknya, mulai dari penulis, pembaca, toko buku , dipajakin semua,” ujar Boy Candra pada RRI Padang, Selasa (17/5/2022).

Boy candra mengatakan, momentum hari buku dijadikan sebagai pengingat bagi seluruh pihak untuk mengukur kepedulian dalam peningkatan minat baca. Pemerintah harus pro melalui kebijakannya, dan masyarakat harus mulai rajin membaca. 

“Namun tidak hanya masyarakat yang harus membaca buku, namun  penulis juga harus membaca buku supaya punya referensi pengembangan kemampuan,” jelasnya.

Apalagi di era kemajuan teknologi, penulis juga dituntut tidak hanya mengeluarkan buku fisik saja, melainkan juga memproduksi buku elektronik yang juga diminati masyarakat. Tantangannya, menulis di aplikasi digital membutuhkan ketelitian untuk dapat menyajikan karya terbaik bagi pembacanya. 

Boy Candra, yang salah satu karyanya telah diadopsi untuk film layar lebar ini, juga mengajak masyarakat untuk dapat lebih menghargai karya orang lain terutama penulis-penulis di Sumatera Barat. Caranya dengan menghindari plagiasi serta menghindari penggunaan buku bajakan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar