Tradisi Bajamba, Bungo Lado, Malamang Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW

KBRN, Padang : Memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhmaad SAT atau Maulid Nabi, masing masin daerah memiliki cara sendiri. Seperti hal di Kabupaten Padang Pariaman dan sekitarnya. Berbagai tradisi yang sudah lama di lestarikan tetap dipertahankan, seperti membuat jamba, malamang dan tradisi bungo lado atau pohon uang.

Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhmmad SAW dirayakan oleh seluruh ummat Islam. Peringatan dilaksanakan di surau atau mushalla dan masjid. Tradisi dalam memeriahkan Maulud Nabi Muhammad SAW terus dilaksanakan ,seperti halnya di Kabupaten Padang Pariaman dan Pariaman. Tradisi tersbut yakni membuat bungo lado, bajamba dan malamang.

Berdasarkan hasil pantauan RRI di lapangan, kemarin, tradisi dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut dilaksanakan di Manjdi Pincuran Tujuh Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Unrtuk memeriahkan kegiatan tersebut, masyarakat dari  masing masing suku yang ada di dalam satu nagari membuat lemang atau malamang, kemudian membuat jamba makanan dan bungo lado atau pohon uang.

Ulama Masjid Syech Burhanuddin Ulakan Tapakis Padang Pariaman Tuangku Ali Amran mengatakan, tradisi tersebut sudah dilakukan sejak turun temurun oleh masyarakat dulunya. Tradisi ini tetap dilestarikan hingga saat ini.

“ Tradisi bungo lado merupakan tradisi yang sudah ada sejak lama. Tradisi ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT dengan bersedekah.

Sementara itu salah seorang warga Sarang Gagak Pakandangan Yanti mengakuinya, tradisi ini memang sudah dilaksanakan sejak nenek moyang dulunya. Para generasi muda secara bergotong royong menyukseskan kegiatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

“Ya kami dulunya saling bantu membatu untuk menyukseskan Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW ini, ujuan kita adalah bagaimana masyarakat kita bersatu, meningkatkan kebersamaan, kekompakan, ikut berpartisipasi dalam pembangunan keagamaan nagari kita,” ujar Yanti.

Yanti menjelaskan, dana yang terkumpul dari hasil bungo lado atau pohon uang tersebut kemudian digunakan untuk biaya pembangunan masjid serta kegiatan keagamaan lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00