FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Eksistensi Ruang Kreatif Seniman Kota Padang Saat Pandemi Belum Usai

KBRN Padang: Kota Padang yang hingga saat ini masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 tidak menyurutkan semangat para seniman muda untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik.

Salah satu ruang kreatif di kota Padang yakni Kamarkost.CH, merupakan sebuah ruang alternatif yang dikelola oleh para seniman muda kota Padang yang telah mengaktivasi kegiatan-kegiatan kebudayaan sejak tahun 2014.

Kegiatan yang telah dilakukan mencakup beragam disiplin kesenian, mulai dari Seni Jalanan (Street Art), Gambar, Kolase, Seni Peformans, Fotografi dan menyelenggarakan lokakarya dan program residensi seniman.

Kamarkost.CH yang dikelola oleh para seniman muda tersebut memiliki tujuan untuk menjadi pusat eksperiman dan apresiasi seni yang dekat kepada masyarakat, dengan melakukan studi tradisi terhadap kebudayaan sastra Minangkabau terutama tradisi lisan berbentuk mantra yang di garap menggunakan perspektif Seni Rupa.

Manager Kamarkost.CH Anisa Nabilla Khairo kepada RRI mengatakan, selama pandemi pihaknya tetap berkarya dan menyelenggarakan lokakarya kolase dengan partisipan yang terbatas dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Dari rangkaian lokakarya tersebut teknik kolase lantas menjadi fokus eksplorasi artistik dari Kamarkost.CH, dimana interpretasi terhadap teks diimplementasikan ke dalam proses penciptaan karya visual berbentuk kolase,” ungkapnya.

Berbekal dari pameran yang di lakukan tersebut mendasari Kamarkost.CH mendapatkan undangan pameran dari Cemeti.Institute Seni dan Masyarakat di Yogyakarta. Anisa menjelaskan, dengan adanya undangan tersebut membuktikan meskipun pandemi belum usai kreatifitas seniman terus berjalan.

“Dan nanti dalam berpameran di Yogyakarta tersebut akan menghadirkan mantra, yakni warisan budaya tak benda Minangkabau ke dalam karya visual berbentuk kolase, untuk karya pembanding kami menarik benang merah dari karya novel Franz Kafka yg berjudul Metamorfosis” ungkapnya.

Anisa berharap, untuk kedepannya para seniman yang ada di kota Padang dan seluruh daerah di Sumatera Barat tidak berhenti menghasilkan karya, dan diharapkan mendapat ruang lebih dan perhatian dari pemerintah dan masyarakat.

“Karya yang dihasilkan diharapkan tidak sekedar menjadi pajangan dipameran namun karya-karya tersebut diharapkan mendapat tempat di hati masyarakat, agar para seniman  dekat dengan masyarakat sehingga menjadi pendorong untuk terus menciptakan karya-karya terbaik, dan bernilai,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00