Bakso Bakar Mengandung Microba

KBRN, Padang : Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Padang menemukan unsur microba atau bakteri jahat pada bakso bakar yang menyebabkan 35 orang di Kawasan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang keracunan. Hasil itu didapat, setelah memeriksa sampel bakso bakar di laboratorium Balai Besar POM Padang selama 8 hari sejak 11 Januari lalu.

Kepala Balai Besar POM Padang Firdaus Umar mengatakan, dari 3 sampel makanan yang diambil, mulai dari saus, kecap dan bakso bakar, hanya bakso bakar yang positif ditemukan microba berbahaya yaitu Staphyloccocus Aureus dan E.Coli. Rinciannya, bakteri Staphyloccocus Aureus disebabkan kurang bersihnya pengelolaan bakso bakar, sedangkan bakteri E.Coli diakibatkan karena pengaruh air yang digunakan untuk bakso bakar tersebut. Sehingga, efek yang dirasakan oleh para korban memang sama, yaitu mual, muntah hingga pusing bagi mereka yang  mengkomsumsi bakso bakar tersebut.

Firdaus mengungkapkan, hasil uji tiga sampel makanan itu telah diserahkan pada Dinas Kesehatan Padang untuk ditindaklanjuti agar pedagang yang bersangkutan diberikan pembinaan. 

“Ya dari 3 sample makanan, hanya di bakso bakar yang ditemukan positif microba. Kita sudah kirimkan juga sampel ke Dinas Kesehatan Padang,” ucap Firdaus (Kamis, 20/1/2022).

Sementara itu, saat dikonfirmasi RRI kepada Kapolsek Kuranji AKP Nasirwan siang tadi, hingga berita ini diturunkan belum menerima keterangan resmi lebih lanjut, apakah pedagang bakso berinisial NY berusia 34 tahun itu ditahan atau tidak. Sebab sebelumnya, pedagang bersangkutan wajib lapor 1 kali 2 hari ke Mapolsek Kuranji Kota Padang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar