Tumbang Sagu, Isi Kekosongan Waktu Keluarga di Masa PPKM Darurat

KBRN, Padang : Bermacam cara dilakukan untuk bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta. Apalagi di masa pandemi Covid19 dengan PPKM darurat yang membatasi gerak-gerik masyarakat beraktifitas di luar rumah, salah satu yang bisa dilakukan adalah bersantap kuliner khas tradisional daerah dengan memproduksinya secara mandiri di dapur masing-masing.

Dari sekian banyak pilihan, salah satunya kuliner tradisional Sumatera Barat dengan bahan baku yang mudah di dapat adalah sagu. Bermacam menu bisa dibuat dari bahan sagu tersebut salah satunya tumbang sagu, kuliner khas daerah keberadaannya boleh dikatakan langka di pasar-pasar.

Dalam perbincangannya dengan RRI, Minggu, (18/7/2021). Pengurus Forum UMKM Sumatera Barat, Neni Radhipa mengatakan, tumbang sagu memiliki cita rasa khas dan tidak membosankan untuk disantap kala suasana bersantai bersama keluarga.

"  Apalagi sekarang ini, PPKM darurat menuntun warga untuk membatasi aktifitas di luar rumah// Tumbang sagu mungkin menjadi slaah satu menu pelangkap menikmati suasana kebersamaan dengan orang-orang terdekat," ujar Neni.

Lebih lanjut Neni Radhipa menjelaskan, sekarang ini, susah menemukan kuliner khas daerah yang pada zamannya banyak dijual di warung atau pun lapak pedagang kaki lima. Namun perkembangan zaman yang dibuktikan hadirnya bersagai sajian modern  yang sifatnya kekinian seakan menenggelamkan kuliner jadul yang dari segi rasa sebetulnya  tidak tidak kalah bersaing.

Ia berharap, akan lahir ide dan inovasi dari pelaku usaha  untuk menghadirkan kembali kuliner-kuliner jadul yang akan memperkaya resep nusantara// Banyak peluang yang bisa dikembangkan khususnya dari ranah pariwisata daerah. Pada umumnya orang berwisasta ke daerah, selain berburu keindahan alam juga penasaran mencoba kuliner khas yang dimiliki suatu daerah seperti halnya tumbang sagu, resep warisan nenek moyang yang hilang dari pasaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00