Sagu yang Mulai Tergantikan

KBRN, Padang : Sagu, termasuk  tanaman yang mudah tumbuh di rawa-rawa. Tidak memerlukan perlakukan secara khusus, sehingga yang merupakan salah satu makanan pokok mastyarakat pedalaman ini mudah diperoleh. Dalam setiap upacara adat di Mentawai, sagu dihidangkan sebagai menu spesial. Namun untuk sekarang ini, masyarakat khususnya generasi muda tidak lagi ngotot mengkosumsi makanan satu ini.  Mereka yang sudah terjamah kemajuan zaman, mulai melirik makanan lain pengganti sagu, salah satunya nasi. 

Lice, salah seorang mahasiswi Mentawai yang menimba ilmu di Kota Padang mengakui, sudah lama mengenal nasi. Awalnya memang sulit bagi Lice melupakan sagu yang merupakan bahan pokok semasa ia masih tinggal di kampung halamannya. 

"Namun seiring berjalannya waktu, saya pun harus menyesuaikan diri dengan lingkungan. DI tempat tinggal yang baru, saya mulai mengenal nasi untuk kosumsi harian dan sejauh ini tidak ada masalah," ujarnya kepada RRI, Rabu, (14/7/2021).

Menurut bungsu dari empat bersaudara ini, mengolah sagu bukan hal mudah. Ada beberapa perlakukan khusus yang mesti diperhatikan sebelum mengolah sagu untuk kosumsi harian, salah satunya dengan memperhatikan terlebih dahulu usia tanaman. Batang sagu yang sudah ditebang dibersihkan dan dipotong sesuai ukuran. Kulit batang sagu dikupas, batangnya diparut. Hasil parutan dimaksukkan dalam opa dan selanjutnya dibawa ke tempat pengolahan sagu yang namanya pasirerean. Sagu yang sudah diparut diinjak-injak,  disiram dengan air agar menghasilkan sari tepung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00