Keladi, Warisan Kuliner Mentawai yang Mulai Tergeser Zaman

KBRN, Padang : Keladi termasuk salah satu makanan pokok masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Bahkan  pada persiapan  punen putalimongat atau pesta pernikahan, keladi menjadi hidangan untuk pasangan pengantin. Keladi yang sudah dikupas kulitnya dipotong dan dimasukkan ke dalam bambu yang sudsah dipersiapkan para ibu. Di atas perapian yang  sudah disiapkan, bambu disusun berjejer dengan api yang diupayakan tidak membakar hangus bambu tersebut.

Lause, warga Muara Sikabaluan kepada RRI, Rabu, (14//7/2021) mengaku, perapian yang bagus akan menghasilkan keladi yang sudah matang dengan aromanya yang khas sehingga perlu mempertahankan api agar tetap stabil selama proses pembakaran keladi di dalam bambu.

 Keladi yang sudah masak selanjutnya dinamakan siaru. Siaru jelas Lause hanya bisa dihidangkan dalam pesta pernikahan  dan hidangan ini tidak bisa diganti dengan sumber makanan lain seperti nasi atau kue yang terbuat dari sagu atau tepung lainnya.  Begitu sakralnya hidangan ini sehingga dalam setiap pesta pernikahan di desa - desa di Siberut, makanan ini menjadi hidangan khas bagi pasangan pengantin.

Kendati keladi  sudah mendaragdaging dan menjadi warisan kuliner masyarakat  Mentawai,  pergeseran nilai dalam laku keseharian masyarakat daerah tidak bisa dielakkan. Kosumsi sagu dan keladi mulai bergeser, berganti makanan pokok lain seeprti nasi. Secara perlahan generasi ke generasi mulai mengenal makanan pokok selain keladi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00