Lantamal II, Inisiasi Rendang Mendunia Terdaftar di UNESCO

KBRN, Padang : Sebagai makanan khas tradisional yang skala popularitasnya sudah mendunia, Rendang asal Sumatera Barat  diincar oleh banyak pihak, termasuk negara lain yang sewaktu-waktu bisa saja melakukan klaim terhadap kekayaan budaya nusantara.  Bertolak dari realita tersebut, selaku inisiator,  Lantamal II menginisiasi penyelenggaraan  kegiatan memasak Rendang Mendunia yang rencananya dibuka oleh ibu negara, Iriana Joko Widodo.

Danlantamal II, Laksamana Pertama TNI Hargianto kepada RRI, Rabu, (7/7/2021) menegaskan, melalui kegiatan memasak Rendang Mendunia ini, kekayaan budaya Indonesia dapat dilindungi  yang dibuktikan dengan didaftarkannya langsung Rendang asal Sumatera Barat ke UNESCO/.

" Upaya ke arah ini sebelumnya sudah dilakukan pemerintah provinsi Sumatera Barat  namun belum menunjukkan hasil atau  mengarah pada sasaran yang  dituju," ujarnya kepada RRI.

Rencana awal, kegiatan memasak Rendang Mendunia jelas Laksamana Pertama TNI Hargianto  diselenggarakan di Mako Lantamal II tanggal 17 Juli mendatang. Namun karena masih dalam masa PPKM, kegiatan ditunda sampai berakhirnya PPKM mikro tersebut.

Ia berharap, kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak termasuk negara-negara di dunia yang juga ambil bagian dalam kegiatan yang dilksanakan secara virtual tersebut. Menyinggung  latar belakang pemilihan konten Rendang  Danlantamal II, Laksamana Pertama TNI Hargianto menuturkan,  hal itu tidak terlepas dari  kegiatan pengukuhan  Kampung Bahari Nusantara yang dihadiri langsung ibu Panglima TNI beberapa waktu lalu. Salah satu konten kegiatan Kampung Bahari Nusantara yang berlangsung di Sungai Pisang adalah UMKM tentang kegiatan memasak Rendang. Dari kegiatan tersebut, timbul  keinginan untuk mengukuhkan Rendang asal Sumatera Barat sebagai kuliner nusantara milik Indonesia yang  secara resmi terdaftar  pada badan khusus PBB tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00