Gangguan Fungsi Hati: Ketahui Gejala dan Pencegahannya

KBRN, PADANG: Gangguan fungsi hati bukanlah kondisi yang patut disepelekan. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali apa saja gejala gangguan fungsi hati agar penanganan dapat segera dilakukan.

Gangguan fungsi hati bisa terjadi ketika organ hati mengalami kerusakan atau luka, sehingga tidak dapat bekerja dengan baik. Gangguan fungsi hati sering kali muncul pada orang yang menderita penyakit hati.

Dilansir laman Alodokter, Terganggunya fungsi hati bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi, konsumsi alkohol berkepanjangan, faktor genetik, Penyakit autoimun, kanker hati, hingga efek samping obat-obatan, termasuk obat atau suplemen herba. Seiring waktu, kerusakan organ hati yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi berupa sirosis dan gagal hati.

Berbagai Gejala Gangguan Fungsi Hati yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal atau ketika masih ringan, gangguan fungsi hati sering kali tidak menimbulkan gejala. Akan tetapi, jika dibiarkan tanpa penanganan, lama-kelamaan gangguan fungsi hati bisa semakin parah dan menimbulkan beberapa tanda dan gejala berikut ini:

  1. Sakit kuning
  2. Sakit perut
  3. Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare
  4. Bengkak-bengkak di tungkai, perut, tangan, dan wajah
  5. Kulit terasa gatal
  6. Warna urine gelap
  7. Kotoran berwarna keputihan atau tampak pucat
  8. Lelah, letih, dan lesu
  9. Kehilangan selera makan dan penurunan berat badan
  10. Mudah memar atau mimisan
  11. Kebingungan
  12. Penurunan kesadaran
  13. Perdarahan

Untuk menjaga kesehatan organ hati dan mencegah gangguan fungsi hati, ada langkah sederhana yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

1. Membatasi konsumsi minuman beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu panjang merupakan salah satu penyebab umum gangguan fungsi hati. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk membatasi atau bahkan menghentikan konsumsi alkohol.

2. Menerapkan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dapat menurunkan risiko gangguan fungsi hati. Hindari pula perilaku seks berisiko, seperti berhubungan seks tanpa pengaman.

3. Melakukan vaksinasi

Gangguan fungsi hati bisa disebabkan oleh penyakit hepatitis, misalnya hepatitis B. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya gangguan fungsi hati, Anda perlu mendapatkan vaksin hepatitis B.

4. Mengonsumsi obat-obatan dengan bijak

Konsumsi obat-obatan, baik obat resep maupun obat bebas, hanya saat diperlukan serta sesuai dosis yang dianjurkan dan petunjuk penggunaan. Sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum Anda mengonsumsi suplemen herbal, obat resep, atau obat bebas.

5. Menghindari kontak dengan darah dan cairan tubuh orang lain

Virus hepatitis dapat menyebar melalui darah atau cairan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, hindari kontak secara langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita. Hindari pula penggunaan jarum suntik atau jarum tato yang tidak steril karena hal tersebut berisiko membuat Anda tertular virus hepatitis.

6. Melindungi diri dari paparan zat beracun

Pastikan ruangan berventilasi dan gunakan alat pelindung, misalnya masker dan sarung tangan, saat menyemprotkan zat kimia beracun, seperti insektisida, fungisida, dan cat. Ikuti selalu petunjuk penggunaan sebelum menyemprotkan bahan dengan kandungan aerosol ke dalam ruangan.

Hingga kini belum ada pengobatan alternatif yang teruji klinis dapat menangani penyakit akibat gangguan fungsi hati. Anda tetap dianjurkan untuk mengutamakan pengobatan medis dari dokter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar