Manfaat Terapi Regresi bagi Psikologi Diri

Ilustrasi Terapi

KBRN, Padang : Terapi regresi adalah salah satu bentuk terapi psikologi yang berfokus menyelesaikan kejadian di masa lalu yang berpengaruh terhadap kesehatan mental dan emosional pasien. Terapi regresi umumnya dilakukan oleh hipnoterapis yang berlisensi. Pada pertemuan pertama, Anda akan diminta menjelaskan latar belakang serta alasan melakukan terapi.

Dalam prosesnya, terapis akan membimbing Anda untuk memasuki fase pelepasan emosional. Fase ini akan membantu proses relearning atau pembelajaran ulang alam bawah sadar. Proses relearning inilah yang memegang kendali atas ingatan masa lalu Anda. 

Terapi ini dapat membantu pasien memahami memori alam bawah sadarnya di masa lalu dan bagaimana memori tersebut memengaruhi perilaku atau pilihan-pilihan hidupnya di masa sekarang. 

Itulah mengapa terapi ini diyakini bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami:

  • trauma di masa lalu,
  • gangguan kecemasan,
  • ketakutan atau fobia yang tidak diketahui sebabnya,
  • rasa takut menjalin hubungan dengan orang lain, dan
  • rasa bersalah atau malu yang tidak jelas alasannya.

Dengan kemampuan mengakses ingatan di alam bawah sadar, pasien dapat merasakan ketenangan dan kontrol diri yang lebih baik. Meski terdengar menjanjikan, terapi ini masih diragukan oleh berbagai pihak. Pasalnya, ada banyak aspek dari terapi regresi yang masih masuk dalam area abu-abu sehingga memicu kontroversi. Salah satu hal yang mendasari keraguan terhadap metode terapi ini adalah munculnya false memories. False memories adalah memori yang seseorang ingat secara jelas, namun memori tersebut sebenarnya tidak pernah terjadi atau tidak sesuai dengan kejadian di kehidupan nyata.

Terapis yang membuat pertanyaan “menggiring” berpotensi mendorong pasien menciptakan cerita yang tidak sesuai dengan ingatannya sehingga false memories dapat terbentuk. Risiko false memories ini dapat muncul dari prasangka yang kurang sesuai antara terapis dan pasien. Bila terapis sudah memiliki prasangka tersebut, ia lebih rentan memberikan pertanyaan yang bersifat sugestif. Akibatnya, pasien bisa saja memberikan jawaban yang kurang sesuai dengan kejadian sebenarnya sehingga turut memicu false memories.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mencoba terapi regresi, usahakan untuk mencari hipnoterapis yang berpengalaman dan memiliki lisensi atau sertifikat.

Sumber : hellosehat.com

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar