Pilgub Sumbar : Paslon Dari Parpol Tidak Lebih Dari Dua, NA-IC Pertama Dapat SK

KBRN, Padang: Tahapan Pilgub Sumatera Barat (Sumbar) kembali bergulir. Mesin partai kembali bergerak untuk segera menentukan jagoannya yang akan berlaga dalam kontestasi merebut kursi nomor 1 di provinsi ini. Sampai saat ini, bakal pasangan calon yang telah mendaftar ke KPU Sumbar dari jalur perseorangan, yakni Fakhrizal-Genius Umar. Sementara untuk paslon dari partai politik (parpol), pendaftaran dibuka pada 4-6 September.

Kendati masih ada waktu, namun hari ini, Selasa (23/6/2020), bakal paslon Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) secara resmi diberi amanah Partai Gerindra untuk masuk gelanggang Pilgub 2020.

Menurut pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr. Asrinaldi, parpol harus segera menentukan sikap untuk menentukan paslonnya. Sebab dengan cepat menentukan sikap, maka penyusunan strategi dalam pertarungan bisa disiapkan secara matang dibanding dengan paslon yang bergandengan di menit akhir.

“Tentu keuntungan bagi yang sudah mendapat SK, bisa lebih cepat menyusun strategi dan bersosialisasi ke masyarakat,” ucapnya dalam dialog di RRI Padang, Selasa (23/6/2020).

Akan tetapi menurut Asrinaldi, paslon yang ditentukan akhir waktu tetap memiliki peluang untuk merebut hati pemilih. Catatannya, pasangan itu benar-benar mempunyai kesamaan visi. Kemudian memiliki basis suara yang kuat pula.

“Tapi bukan tidak mungkin paslon last minute tidak punya peluang. Catatan kita di Sumbar semasa Pilgub 2010 lalu, Irwan Prayitno-Muslim Kasim (IP-MK) berpasangan di penghujung pendaftaran bisa menang,” bebernya.

Sementara itu, analisis berani disampaikan Najmudin Rasul, PhD yang juga dari Unand. Menurutnya, setelah bakal paslon NA-IC, hanya ada satu paslon lagi dari parpol yang akan maju. Padahal saat ini banyak mengapung tokoh-tokoh hebat yang mengisyarakatkan ikut dalam laga. Sebut saja, Mulyadi dari Demokrat, Mahyeldi Ansharullah dan Riza Falepi dari PKS, Ali Mukhni dari PAN. Kemudian Gusmal, Faldo Maldini, Shadiq Pasadigoe, dan Fauzi Bahar.

“Berat kalau untuk tiga paslon dari parpol. Saya lihat kemungkinan untuk Pilgub Sumbar ada dua paslon dari parpol dan satu independen. NA-IC sudah dapat SK, kemungkinan ada parpol yang akan bergabung ke situ,” ucapnya.

Najmudin menjelaskan, jika melihat peta perolehan kursi di parlemen, tipis kemungkinan ada tiga paslon yang berlaga. Namun, siapa partai yang akan bergabung, ditentukan oleh lobi dan komunikasi di masing-masing parpol.

Terkait kemungkinan koalisi, Hidayat dari Gerindra Sumbar mengakui, pintu komunikasi untuk koalisi menuju Pilgub Sumbar tetap dibuka. Namun tawar-menawar (bargaining) tidak lagi tentang paslon karena Gerindra telah memutuskan mengusung NA-IC.

“Komunikasi dengan parpol lain masih kami buka dan jajaki. Tentu tawaran kita nanti tentang program menuju pembangunan Sumbar ke depan,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00