Wagub Sumbar Minta PSU Tak Ada lagi

KBRN, Padang ; Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menilai, pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) merugikan banyak pihak. Selain itu, partisipasi pemilih pun terbilang rendah, hanya berada dikisaran 50 hingga 60 persen.

“Ini tentu pelajaran bagi kita semua, untuk pemilu yang akan datang jangan sampai ada PSU,” ujar Nasrul Abit kepada RRI, usai meninjau pelaksanaan PSU di Kota Padang dan Kota Solok, Sabtu (27/4/2019)

Menurut wagub, apabila sudah dilakukan PSU, akan merugikan para calon legislatif (caleg), termasuk presiden dan wakil presiden. Hal tersebut dikarenakan, mereka yang tadinya sudah mempunyai suara, saat pemilihan ulang suara hilang.

“Nanti akan ada protes, Bagi mereka  yang merasa dirugikan,”katanya.

“Kalau pakai E-KTP boleh katakan, jika tidak jangan diperbolehkan ikut memilih. Pelaksanaan PSU jangan ada protes-ptotes lagi. Jangan sampai ada masalah. Apalagi di Sumbar cukup aman. Selesai PSU tidak ada gerakan yang dapat merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat yang sudah aman,” tutur wagub.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meninjau pelaksanaan PSU di dua TPS Kota Padang dan satu TPS di Kota Solok. Dari tiga tersebut, patisipasi pemilih hanya 50 persen hingga 60 persen.

Di Sumatera Barat ada 100 TPS melakukan PSU, 46 TPS diantaranya berada di Kota Padang. (Melati Oktawina)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00