Menkominfo : Jelang Pemilu Hoaks Politik Semakin Melonjak

KBRN, Padang; Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengakui, jumlah penyebaran berita hoaks jelang Pemilu semakin meningkat. Setiap bulan jelang pencoblosan, trend penyebaran hoaks mengalami peningkatan.

“Lonjakan sangat luar biasa. Agustus tahun 2018. Jumlahnya naik menjadi 75 di Desember 2018. Kemudian Januari 2019 meningkat 175. Februari tambah tinggi jadi 353, Maret bertambah menjadi 453,” ungkap Rudiantara setelah memberikan kuliah umum pada ribuan mahasiswa di Universitas Negeri Padang, Kamis (11/4/2019).

Rudiantara menjelaskan, hoaks yang paling banyak beredar yakni terkait politik, khususnya tentang pencapresan. Hoaks itu berisi hasutan, fitnah yang menyerang masing-masing capres-cawapres. Namun Rudi tidak memaparkan hoaks yang menyerang capres mana yang paling banyak.

“Semuanya ada, dari 01 ada, dari 02 juga ada,” ucapnya.

Rudi menegaskan, Kominfo tidak sembarangan dalam menentukan kategori sebuah informasi yang beredar sebagai hoaks. Seluruh info yang diduga kabar bohong, terlebih dahulu diidentifikasi, kemudian divalidasi dan diverifikasi. Jika memang terbukti hoaks, maka situs penyebar bisa diblokir.

“Kami harus lakukan validasi dan verifikasi. Kita cari kebenaran dan faktanya dulu. Kalau langsung kami vonis hoaks, bisa-bisa kami yang dikatakan hoaks,” ulasnya.

Dengan maraknya peredaran hoaks jelang pemungutan suara, Rudi meminta masyarakat bijak ketika berselancar di internet, hingga media sosial. Masyarakat harus pandai memilah informasi dengan baik. Sebab tidak semua informasi itu benar dan sesuai fakta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00