Panti Sosial Tuna Grahita Minta KPU Menambah Sosialisasi

KBRN, Padang; Pengurus Panti Sosial Tuna Grahita Harapan Ibu Padang mengharapkan tambahan sosialisasi dari penyelenggara Pemilu. Sebab masih banyak pemilih tuna grahita yang belum memahami teknis memilih secara mendalam. Apalagi jumlah surat suara yang dicoblos cukup banyak.

“Mereka baru kali ini ikut Pemilu, masih belum paham caranya. Apalagi Pemilu tahun ini serentak, ada 5 surat suara, yang mana untuk presiden, Pileg, DPD, mereka belum tahu pasti,” ungkap Eni Hayati, Kasi Pelayanan Sosial dan Keterampilan Panti Sosial Tuna Grahita Harapan Ibu, di Padang, siang tadi, Senin (8/4/2019).

Terkait sosialisasi Pemilu serentak pada penyandang disabilitas grahita tersebut, jelas Eni Hayati, sudah dilakukan KPU Padang. Namun menurutnya, sosialisasi harus dilakukan sesering mungkin. Sebab KPU baru satu kali memberikan sosialiasi ke Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu.

“Baru satu kali. Kalau bisa ya dilakukan lagi jelang pencoblosan, biar anak-anak bisa lebih paham,” pintanya.

Berdasar data KPU, jumlah penyandang disabilitas di Panti Sosial Tuna Grahita Harapan Ibu yang akan ikut serta memberikan hak suaranya pada Pemilu serentak 17 April mendatang, sebanyak 50 orang. Mereka akan memberikan hak suaranya di dua TPS yang berada, di sekitar panti.

“Di Panti ini tidak ada TPS. Mereka tercatat di dua TPS. Pasti kami damping mereka ketika mencoblos nanti,” tuturnya. (Sally/DDK)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00