Ruang Baca WBP di Lapas dan Rutan Sumatera Barat

KBRN, Padang : Lapas dan rutan  di Sumatera Barat sejauh ini berupaya menggenjot minat baca warga binaan di lingkup pemasyarakatan. Dalam pantauan RRI, masih ditemukan warga binaan pemasyarakatan yang buta aksara. Hal  tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah khususnya lingkup pemasyarakat untuk mengoptimalkan kemampuan warga binaan melalui pembinaan karakter yang  diterapkan lapas dan rutan.

Kepada RRI, Senin, (16/5/2022),  Kepala Kanwil Kemekum HAM Sumatera Barat, R. Andika Dwi Prasetya mengungkapkan,  secara garis besar, pembinaan yang diterapkan di lingkup pemasyarakatan mencakup dua hal yakni pembinaan karakter dan kemandirian. Ada pun pembinaan karakter mencakup di dalamnya upaya memacu minat baca warga binaan dengan memberdayakan fasilitas  yang ada di lapas atau pun rutan. Andika berharap, dukungan dan kerjasama  dengan Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan tingkat kabupaten/kota dan provinsi dapat memacu minat membaca penghuni lapas dan rutan.

"Bagaimana pun  mereka adalah bagian dari masyarakat  dan sudah menjadi tanggungjawab negara atau pun pemerintah untuk mereka bisa berdaya dengan  kemampuan literasi yang dimiliki," paparnya kepada RRI.

Lebih lanjut Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Barat, R. Andika Dwi Prasetya mengungkapkan, untuk optimalnya program tersebut, sudah menjadi kewjiban pihak lapas dan rutan mendorong warga binaan mengoptimalkan waktunya untuk membaca buku – buku yang disediakan. Ketersediaan ruang baca  atau pun perpustakaan pada masing-masing lapas dan rutan diyakini dapat memacu minat baca warga binaan dan secara bertahap persoalan buta aksara di lingkup kehidupan kaum minoritas tersebut dapat diatasi.Negara jelas Andika bertanggungjawab sepenuhnya membekali pendidikan karakter  warga binaanuntuk bekal menjalani kehidupan setelah berakhirnya masa pembinaaan di lingkungan pemasyarakatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar