Peminat UTBK SBMPTN Meningkat, UNP Jamin Kelancaran dan Kenyamanan Layanan

Prof Ganefri, Rektor UNP.jpeg

KBRN, Padang: Universitas Negeri Padang (UNP) menyediakan 11.000 kursi untuk mahasiswa baru. Mulai dari jenjang  D3, S1, S2, dan S3. Penerimaan dimaksud dilakukan melalui 3 skema. Masing-masing melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan kuota penerimaan 30 persen, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 40 persen, dan 30 persen sisanya melalui seleksi mandiri.

“Sebenarnya sejak berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), UNP bisa menaikkan kuota penerimaan melalui jalur mandiri menjadi 50 persen. Tapi kita tetap utamakan kualitas, sehingga kuota melalui jalur undangan dan seleksi bersama tidak kita kurangi,” ucap Rektor UNP, Prof. Ganefri pada awak media saat jumpa pers pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN, Selasa (17/5/2022).

Prof. Ganefri mengungkapkan, minat pendaftar mengikuti UTBK SBMPTN di UNP setiap tahun selalu meningkat. Pada tahun lalu yang mengikuti UTBK di UNP jumlahnya 18.000 orang lebih. Sementara tahun ini, dari 37.000 peserta SBMPTN di Sumatera Barat, 22.000 orang memilih UTBK di UNP.

“Dua per tiga ikut UTBK di UNP, sedangkan sisanya di Unand dan ISI Padang Panjang,” tuturnya.

Menurut Ganefri, peningkatan peserta UTBK di UNP tidak lepas dari kemudahan akses dan fasilitas layanan pada peserta. Mulai dari labor komputer yang memadai dan nyaman, sampai penyediaan layanan antar peserta. Terdapat 9 lokasi labor komputer dengan bandwich internet 3 GBPS.

“Di pintu masuk utama kami sediakan kendaraan mobil dan sepeda motor bagi peserta yang datang mepet waktu supaya bisa mengejar pelaksanaan UTBK. Ada 2 mobil buddy car, 1 pickup, dan 5 sepeda motor. Bahkan kami juga sediakan sarana ujian untuk calon mahasiswa disabilitas, yakni tunanetra dan tunadaksa. Jumlahnya ada 7 orang,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana UTBK UNP, Dr. Asrul Huda mengatakan, karena tingginya jumlah peserta UTBK di UNP, pelaksanannya digelar dua gelombang. Untuk gelombang pertama mulai 17 sampai 23 Mei 2022. Sementara gelombang kedua dari 28 sampai 2 Juni 2022. Setiap hari terdapat dua sesi ujian, yakni sesi pagi (7.45-10.30 WIB), dan sesi siang (13.00-16.15 WIB).

“Kami pastikan layanan untuk pelaksanaan UTBK berjalan optimal. Ada 3 posko yang didirikan selama UTBK, mulai dari Posko Informasi, Kesehatan, hingga Keamanan,” ungkapnya.

Asrul Huda mengingatkan, selain layanan panitia juga melakukan pengawasan, khususnya terhadap potensi kecurangan. Untuk itu, peserta UTBK diminta jujur dan menghindari upaya curang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar