Soal Atlet Sumbar Telantar di Bandara Saat Pulang, Ini Jawaban KONI Sumbar

Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy ketika pelepasan keberangkatan kontingen SUmbar menuju PON XX Papua.jpg

KBRN, Padang: Informasi atlet Sumatera Barat (Sumbar) telantar di bandara ketika perjalanan pulang ke Padang usai membela nama daerah di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, menghangat beberapa hari terakhir. Sebut saja atlet bola tangan yang terpaksa tidur di Bandara Soekarno Hatta karena waktu tunggu untuk transit penerbangan yang cukup lama. Tiba dari Makasar ke Jakarta pada Kamis Sore, sedangkan keberangkatan selanjutnya dari Jakarta Padang pada Jumat sore. Hal serupa juga dialami kontingen atletik, dan kempo.

Baca juga : PASI Sumbar Protes dengan Pelayanan Kepulangan Atlet

Dihubungi RRI Padang terkait persoalan dimaksud, KONI Sumbar melalui Kepala Bidang Humas dan IT, Rakhmatul Akbar mengungkapkan, persoalan transit yang lama sehingga mengakibatkan atlet atau kontingen terlalu lama menunggu di bandara, merupakan konsekuensi dari memilih penerbangan terkoneksi.

“Tentu saja niatnya untuk memudahkan kontingen dengan penerbangan terkoneksi. Supaya setiap kali transit tidak perlu mengurus bagasi. Bayangkan kalau dari Padang ke Papua dua kali transit. Lalu setiap transit harus ngurus bagasi untuk penerbangan selanjutnya. Namun ketika memakai penerbangan terkoneksi, waktu tunggunya lama,” ujarnya pada RRI di Padang, Kamis (21/10/2021).

Rakhmatul Akbar mengungkapkan, kondisi yang dialami atlet juga dialami seluruh kontingen. Bahkan sejak awal keberangkatan. Namun diakui memang ada cabang olahraga yang luput dari koordinasi, sehingga merasa tidak terperhatikan.

“Saya ceritakan pada satu kasus ya. Pada hari terakhir PON, pengurus menghadiri seremoni penutupan PON, sehingga sulit dikontak. Di situlah sempat putus koordinasi dengan pengurus cabang olahraga yang mengalami kendala menyikapi watu transit yang lama,” ujarnya.

Rakhmatul Akbar menjelaskan, secara umum kepulangan kontingen PON Sumbar aman dan lancar, walaupun ada beberapa masalah. Namun yang pasti, KONI tidak merancang untuk menelantarkan kontingen, melainkan murni karena kondisi di lapangan.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00