Alasan Sinar Matahari Pagi Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

KBRN, Padang : Menjaga kesehatan mental adalah hal yang penting dilakukan. Ada banyak cara yang bisa dicoba, salah satunya dengan rajin berjemur di bawah sinar matahari pagi. Mengapa demikian? Faktanya, sinar matahari adalah salah satu metode pengobatan yang banyak dilakukan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan, baik fisik maupun mental.

Namun perlu diperhatikan, jumlah paparan sinar matahari dan waktu berjemur tidak boleh sembarangan. Sebab, hal ini malah bisa meningkatkan risiko terjadinya hal yang berbahaya, misalnya kulit terbakar atau kanker kulit. Waktu terbaik untuk berjemur adalah pada pagi hari di bawah jam 10 pagi, dengan durasi tidak lebih dari 30 menit hingga 1 jam. 

Manfaat Sinar Matahari pada Kesehatan Mental 

Manfaat sinar matahari pada kesehatan mental mungkin tidak banyak diketahui. Namun, pada dasarnya sinar matahari maupun kegelapan dapat memicu pelepasan hormon di otak. Saat terpapar sinar matahari, tubuh akan meningkatkan pelepasan hormon serotonin. Hormon ini berhubungan dengan peningkatan suasana hati dan bisa membuat seseorang menjadi lebih tenang dan fokus. 

Sementara saat berada di tengah kegelapan, otak akan memicu hormon melatonin yang bertanggung jawab untuk membantu tubuh tidur. Tanpa paparan sinar matahari yang cukup, kadar serotonin di dalam tubuh bisa menurun, dan hal ini disebut berkaitan dengan risiko depresi dengan pola musiman. Artinya, gangguan pada kesehatan mental ini muncul akibat tubuh tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, misalnya pada musim tertentu. 

Meski begitu, menjaga kesehatan mental bukan satu-satunya manfaat dari terkena paparan sinar matahari yang cukup. Selain melalui kulit, efek serotonin yang diinduksi cahaya dapat dipicu oleh sinar matahari yang masuk melalui mata. Sinar matahari memberi isyarat pada area khusus di retina yang memicu pelepasan serotonin. 

Selain depresi, tahukah kamu jika paparan sinar matahari juga dapat mengatasi skizofrenia?

Skizofrenia adalah kondisi kesehatan mental serius yang menyebabkan seseorang seperti tidak berada di dalam kenyataan disebabkan gejala psikotik, seperti halusinasi dan delusi. Hal tersebut berdampak buruk pada cara berpikir dan berperilaku. Hal ini ditemukan jika seseorang yang mengidap skizofrenia lebih cenderung memiliki tingkat vitamin D yang rendah, dibandingkan orang normal atau terkena sangat sedikit paparan sinar matahari.

Beberapa penelitian juga menyebut jika sinar matahari yang tidak tercukupi saat bayi atau disebut suplementasi vitamin D, dapat meningkatkan risiko dari gangguan kesehatan mental ini di masa depan. Selain itu, memang dalam sebuah penelitian disebutkan jika seseorang yang didiagnosis dengan skizofrenia mengalami tingkat vitamin yang rendah, terutama jika gejalanya akut.

Nah, sekarang kamu tahu alasan jika seseorang yang jarang terpapar sinar matahari berisiko lebih besar untuk mengalami masalah kesehatan mental. Maka dari itu, ada baiknya untuk mendapatkan sinar matahari secara rutin agar tubuh dapat sehat secara fisik dan mental. Kecukupan tubuh untuk vitamin D dan kadar serotonin di dalam tubuh sangat penting untuk menjaga kesehatan.

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar