PENGUATAN EDUKASI KEBENCANAAN BAGI WARGA

KBRN, Padang : Peningkatan dan pemahaman masyarakat terkait dengan mitigasi bencana terus di lakukan. BPBD Sumatera bersama insan kebencanaan melakukan edukasi secara berkelanjutan melalu desa tangguh bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Sumatera Barat bersama BPBD Kabupaten Kota saat ini telah membentuk relawan relawan yang tergabung dalam desa atau kampung tangguh bencana. Penguatan mitigasi bencana kepada masyarakat perlu di tingkatkan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat Rumainur mengatakan, Sumatera Barat berada di wilayah yang rawan terhadap bencana. Semua bencana ada di Sumatera Barat ini. Untuk itu sudah saatnya masyarakat cerdas dalam menyikapi bencana. Dijelaskan Rumainur, sebelum masa pandemi, edukasi ini terus dilakukan, minimal dalam setahun ini di lakukan pada dua Kabupaten Kota.

“Setiap tahun ada dua Kabupaten yang kita edukasi, satu Kabupaten ada dua kecamatan. Artinya 4 desa nagari yang dilakukan mitigasi kebencanaan. Kemudian  juga sekolah ramah bencana, BPBD Propinsi difokuskan pada SMA, sedangkan Kabupaten Kota itu dilakukan pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan SMP”ujar Rumainur, Kamis (06/01/2022).

Lebih lanjut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat Rumainur menjelaskan, dimasa pandemi ini, karena keterbatasan anggaran, kegiatan serupa tidak terlalu maksimal di laksanakan.

“Ya karena pandemi dua tahun ini, kegiatan mitigasi bencana belum maksimal, insya Allah tahun ini akan mulai dilaksanakan lagi, mengingat kasus covid 19 di Sumbar sudah melandai,”tambah Rumainur.

Sementara itu aktiivs kebencanan Komonitas Siaga Stunami Kogami Sumatera Barat Patra Rina Dewi mengatakan, untuk mengurangi resiko ketika terjadi bencana, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat harus mengetahui dan memahami kondisi lingkungan tempat tinggalnya, sehingga masyarakat tahu ancaman bencana apa yang akan terjadi. Dijelaskan Patra Rina Dewi, kegiatan mitigasi bencana ini telah di lakukannya sejak tahun 2005 lalu.

“Kegiatan kebencanaan ini sudah kita lakukan sejak tahun 2005 lalu, Waktu itu BPBD belum ada, kita sudah lakukan edukasi kepada masyarakat,”ujar Ratna Patra Dewi.

Untuk itu Patra Rina Dewi berharap, masyarakat harus lebih cerdas dalam menyikapi bencana. Menurutnya, masyarakat tidak mungkin menghandalkan bantuan dari pihak lain. Tapi bagaimana kemampuan dan kemampuan masyarakat itu sendiri dalam menghadapi bencana, sambil berdoa kepada Allah SWT semoga terhindar dari segala bencana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar