Mitigasi Sekolah Rawan Gempa dan Tsunami

KBRN, Padang : Selama pandemi, kegiatan  edukasi bangunan sekolah ramah gempa  yang diperuntukkan bagi pelajar sekolah boleh dikatakan terhenti sementara waktu.  Dijadwalkan kegiatan tersebut dilaksanakan tahun 2022 sejalan dengan melandainya kasus penularan Covid19 di Sumatera Barat, sebagaimana diungkapkan Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Sumatera Barat, Rumainur kepada RRI, Senin, (18/10/2021). Dikatakan, usai gempa 2009, boleh dikatakan hampir semua bangunan sekolah di daerah sudah melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan bangunan tersebut aman atau pun mnengacu pada istilah ramah gempa.

" Sosialisasi kebencanan  harus terus dilakukan karena Sumatera Barat termasuk daerab rawan dengan berbagai potensi bencana yang kapan saja mengincar keselamatan warga," ujarnya kepada RRI.

 Hal senada diungkapkan Ketua PAKKI Sumatera Barat, Nasirman Chan. Usai gempa 2009, sebagian besar bangunan publik mengalami kerusakan termasuk sekolah-sekolah// Keamanan konstruksi bangunan menjadi syarat penting jaminan keselamatan masyarakat.

Bertolak dari realita tersebut, perlu edukasi dan sosialisasi kebencanan yang merangkul komponen terkait seperti halnya PAKKI sehingga penetapan standar bangunan yang menjadi acuan keselamatan masyarakat dapat terealisasi sesuai sasaran.  Untuk bangunan publik yang belum menerapkan standar bangunan ramah gempa, perlu kajoian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00