ALIH FUNGSI LAHAN, MERUSAK LINGKUNGAN

WALHI SUMBAR

KBRN, Padang: Deforestasi yang terjadi di wilayah hutan menjadi gangguan habitat bagi satwa liar dan langka di Sumatera Barat, sehingga mengakibatkan terjadinya konflik antara satwa liar dan manusia. Pembukaan lahan yang juga mengakibatkan bencana ekologis mendorong satwa liar keluar dari habitat aslinya.

Dalam catatan Wahana Lingkungan Hidup –Walhi Sumatera Barat, yang disampaikan Kepala Departemen dan Advokasi, Tommy Adam, masifnya pembukaan lahan di wilayah hutan konservasi dan kawasan hutan lindung menjadi ancaman terjadinya konflik antara satwa liar dan manusia. Dalam 3 tahun terakhir, sejak 2017 hingga 2019 menurut catatan Walhi terdapat 27 ribu hektar hutan yang mengalami deforestasi. Tidak hanya itu, penambangan serta perburuan yang terjadi juga sangat mengganggu habitat asli mereka sehingga membuat para satwa liar tersebut mendekati perkampungan untuk mencari pakan.

 “Data dari WALHI, sejak 2017 – 2019 terjadi defortasi seluas 27 ribu hektar, dan ini yang menyebabkan konflik satwa terjadi. Deforestasi ini terjadi karena alih fungsi lahan, dari perhutanan ke perkebunan dlam skala besar danm massif terjadi” ujar Tommy.

Tommy menambahkan, harus ada mitigasi dalam melindungi satwa langka agar tidak terjadi konflik antara manusia disana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar